Gundukan lumpur setinggi 30 centimeter (cm) serta material banjir bandang masih tampak menghampar sepanjang titik jalan raya di depan Pasar Desa/Kecamatan Rengel, kemarin (5/1). Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa harus mengurangi kecepatannya serta berbagi jalur dengan pengendara lain untuk menghindari genangan lumpur yang menggunung.
BELUM genap dua pekan pasca diterjang bencana luapan air bah pada akhir Desember lalu, kawasan Pasar Desa/Kecamatan Rengel kembali diporak-porandakan banjir bandang yang berlangsung pada, Sabtu malam (5/1).
Sukir, warga yang tinggal persis di samping barat Pasar Desa Rengel mengatakan, selama puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut, dirinya mengaku sudah terbiasa dengan adanya bencana banjir bandang yang melanda pemukimannya. ‘’Setiap hujan deras, sudah bisa dipastikan air dan lumpur akan masuk rumah,’’ ungkap dia.
Lansia berusia 71 tahun itu menuturkan, kediamannya turut kemasukan air setinggi 30 cm saat banjir bandang melanda kawasan tersebut pada Sabtu malam itu.
‘’Saya dan istri hampir tidak tidur semalaman, takut hujan deras dan banjir bandang susulan datang,’’ bebernya.
Senada dikatakan oleh Ahmad, yang juga warga setempat. Dia mengeluhkan, akibat banjir bandang melanda membuat tempat usaha tambal ban miliknya terpaksa harus tutup sementara waktu lantaran gundukan lumpur menggenangi tempatnya usahanya itu.
Lebih lanjut disampaikan oleh bapak dua anak itu, banyaknya lahan hutan di perbukitan Rengel dan Grabagan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian membuat aliran air hujan mengalir ke dataran rendah semakin tidak dapat ditanggulangi lagi. ‘’Apalagi sekarang tambang batu kapur semakin marak,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, tidak berfungsinya drainase di depan Pasar Rengel semakin memperparah terjadinya banjir bandang yang terjadi saban tahun itu. ‘’Hampir sepuluh tahunan lebih drainase ini tidak mendapatkan perawatan dari pemerintah,’’ ungkapnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di lokasi banjir bandang, Minggu (5/1), terpantau saluran drainase tampak dipenuhi lumpur bercampur sampah yang membuat aksesnya tidak dapat difungsikan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, berdasarkan data yang telah dihimpun olehnya setidaknya ada 15 rumah dan 1 sekolah yang terdampak akibat banjir bandang tersebut.
‘’Belasan rumah kemasukan air, satu di antaranya mengalami kerusakan lantaran tertimpa runtuhan tembok sekolah yang rubuh akibat diterjang derasnya air dari saluran air,’’ ujarnya.
Mantan Camat Grabagan itu menuturkan, bencana banjir yang terjadi di kawasan Pasar Desa Rengel ini terbilang dalam kondisi darurat penanggulangan secara cepat.
‘’Setelah ini kami akan koordinasikan dengan sejumlah pihak terkait, juga Pemprov selaku pihak yang berwenang terkait drainase di wilayah tersebut untuk segera mencari solusi bersama,’’ papar dia.
Sementara itu, Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama mengatakan, selama beberapa hari ke depan hingga 10 Januari mendatang tergolong masih dalam kategori curah hujan tinggi.
Lanjut Zem, beberapa daerah curah hujannya sedang masa tinggi-tingginya.
‘’Masyarakat masih harus selalu waspada akan terjadinya potensi terjadinya bencana Hidrometeorologi selama beberapa hari kedepan,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama