Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banjir Bandang di Kawasan Pasar Rengel Sering Terjadi, Warga Pasrah dan Menunggu Solusi dari Pemerintah

Andreyan (An) • Senin, 6 Januari 2025 | 18:30 WIB

Lumpur sisa material banjir bandang menggenangi jalan raya depan Pasar Desa/Kecamatan Rengel, Minggu (5/1)
Lumpur sisa material banjir bandang menggenangi jalan raya depan Pasar Desa/Kecamatan Rengel, Minggu (5/1)

Gundukan lumpur setinggi 30 centimeter (cm) serta material banjir bandang masih tampak menghampar sepanjang titik jalan raya di depan Pasar Desa/Kecamatan Rengel, kemarin (5/1). Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa harus mengurangi kecepatannya serta berbagi jalur dengan pengendara lain untuk menghindari genangan lumpur yang menggunung.

BELUM genap dua pekan pasca diterjang bencana lua­pan air bah pada akhir Desem­ber lalu, kawasan Pa­sar Desa/Kecamatan Re­ngel kembali diporak-po­randakan banjir bandang yang berlangsung pada, Sabtu malam (5/1).

Sukir, warga yang tinggal persis di samping barat Pasar Desa Rengel mengatakan, selama puluhan tahun ting­gal di ka­wasan tersebut, di­­ri­nya mengaku sudah ter­­­­biasa dengan adanya ben­cana banjir bandang yang melanda pemukiman­nya. ‘’Setiap hujan deras, sudah bisa dipastikan air dan lumpur akan masuk rumah,’’ ungkap dia.

Lansia berusia 71 tahun itu menuturkan, kediaman­nya turut kemasukan air se­tinggi 30 cm saat banjir bandang melanda kawasan tersebut pada Sabtu malam itu.

‘’Saya dan istri hampir tidak tidur semalaman, takut hujan deras dan banjir ban­dang susulan datang,’’ bebernya.

Senada dikatakan oleh Ah­mad, yang juga warga se­tem­pat. Dia mengeluhkan, akibat banjir bandang me­landa mem­buat tempat usa­­ha tam­bal ban milik­nya terpaksa harus tutup se­mentara waktu lan­taran gun­­dukan lumpur mengge­nangi tempatnya usahanya itu.

Lebih lanjut disampaikan oleh bapak dua anak itu, ba­nyak­nya lahan hutan di per­bukitan Rengel dan Gra­bagan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian membuat aliran air hujan mengalir ke da­taran rendah semakin tidak dapat ditang­gu­langi lagi. ‘’Apa­lagi se­karang tambang batu kapur semakin marak,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, tidak berfungsinya drainase di depan Pasar Rengel semakin mem­perparah terjadinya banjir bandang yang terjadi saban tahun itu. ‘’Hampir sepuluh tahunan lebih drainase ini tidak mendapat­kan perawatan dari peme­rintah,’’ ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di lo­kasi ban­jir bandang, Minggu (5/1), ter­pantau salu­ran drai­nase tampak dipe­nuhi lumpur berc­ampur sampah yang membuat akses­nya tidak dapat difung­sikan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menga­takan, ber­dasarkan data yang telah dihimpun oleh­nya setidaknya ada 15 rumah dan 1 sekolah yang terdam­pak akibat banjir bandang tersebut.

‘’Belasan rumah kemasu­kan air, satu di antaranya mengalami kerusakan lan­taran tertimpa runtuhan tembok sekolah yang rubuh akibat diterjang derasnya air dari saluran air,’’ ujarnya.
Mantan Camat Grabagan itu menuturkan, bencana banjir yang terjadi di kawa­san Pasar Desa Rengel ini terbilang dalam kondisi da­rurat penanggul­angan secara cepat.

‘’Setelah ini ka­mi akan koordinasikan dengan sejum­lah pihak ter­kait, juga Pem­prov selaku pihak yang ber­wenang ter­kait drai­nase di wilayah ter­sebut untuk segera men­cari solusi bersama,’’ papar dia.

Sementara itu, Kepala BM­KG Tuban Zem Irianto Pa­dama mengatakan, selama beberapa hari ke depan hingga 10 Januari mendatang tergolong masih dalam kategori curah hujan tinggi.
Lanjut Zem, beberapa dae­rah curah hujannya sedang masa tinggi-tingginya.

‘’Ma­syarakat masih harus selalu waspada akan terjadinya potensi terjadi­nya bencana Hidrometeorologi selama beberapa hari kedepan,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Banjir Bandang #pasar rengel #hujan #pemerintah #pasrah #solusi #Rengel