RADARTUBAN – Kiwari ini—di tengah kemajuan sain yang begitu cepat, perubahan virus pada hewan dan manusia mampu dideteksi dengan mudah. Terbaru, virus flu burung yang semula menyerang unggas dan sejenisnya, kini telah bermutasi menjadi flu kucing.
Di Tuban, virus yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan ini membikin banyak pecinta kucing di Kota Legen resah. Salah satunya diungkapkan oleh David Ragil Pribadi.
‘’Maraknya pemberitaan soal flu burung kucing ini membuat kami (cat lovers) resah,’’ katanya.
Senada disampaikan Aziz Petruk. Sebagai pecinta kucing, dirinya juga mengaku resah dengan kabar mutasinya flu burung menjadi flu kucing tersebut.
‘’Karena salah satu faktor pemicunya adalah makanan, maka kini harus lebih selektif dalam memberikan makan. Tidak bisa sembarangan, apalagi sekarang musim penghujan, hewan-hewan rentan sakit,’’ katanya.
Lilis, konsultan perawatan kucing di Tuban mengatakan, sejauh sepengetahuannya belum ditemukan ada kucing yang terjangkit flu burung.
Meski demikian, dia tidak bisa memastikan bahwa Tuban terbebas dari virus mutasi dari burung ini. Pun dengan penyebab dari flu ini, dia juga belum bisa memastikan. Alasannya, belum menemukan secara langsung kucing yang terjangkit virus ini.
‘’Tapi bisa jadi disebabkan makanan yang tidak sehat, terkontaminasi lingkungan atau melakukan kontak dengan unggas yang sakit,’’ tandasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P, Pipin Diah Larasati mengatakan, sampai saat ini belum ada kucing di Kabupaten Tuban yang terjangkit flu burung. ‘’Tapi bisa saja terjadi, karena virus H5N1 ini dapat menyerang kekebalan tubuh,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Pipin, flu burung bukan hanya menular pada mamalia saja, tapi juga menular ke manusia. Karena itu, perlu diperhatikan kebersihan dan perawatannya hewan berbulu tersebut. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama