RADARTUBAN - Berdasarkan data dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) 2021, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen.
Artinya, dari seribu orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca.
DATA yang sempat viral di media sosial itu seakan menjadi tamparan.
Sehingga muncul dalam pikiran: benarkan tingkat membaca masyarakat serendah itu? Untuk membuktikan, Jawa Pos Radar Tuban membuat survei kecil-kecilan soal ketertarikan membaca di kalangan Generasi Z atau Gen Z.
Tujuan survei ini untuk memastikan apakah mereka yang lahir antara tahun 1997 – 2012 itu masih membaca buku? Dari ratusan siswa SMA di Tuban, mereka lebih banyak menjadikan aktivitas membaca sebagai sebuah opsi, bukan prioritas.
Survei menunjukkan, sebanyak 81 persen siswa mengaku sudah jarang membaca buku fisik. Sedangkan hanya 16,7 persen yang mengaku masih suka baca buku.
Sisanya, 2,3 persen mengaku tidak suka baca buku.
Buku apa yang masih sering dibaca para Gen Z? Sebagian besar mengaku suka baca novel, cerpen, dan buku-buku dari penulis terkenal, jumlahnya 54,8 persen.
Mereka yang memilih membaca komik, manga, dan serial bergambar sebanyak 21,4 persen.
Sedangkan membaca karya ilmiah, jurnal dan tulisan untuk menambah wawasan hanya 19 persen. Artinya, masih banyak siswa menjadikan membaca sebagai aktivitas hiburan.
Berdasarkan data tersebut, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa membaca masih menjadi kegiatan yang sering dilakukan.
Hanya media bacanya yang berbeda, dari cetak ke digital.
Kayoman Saie, Ketua Ekstrakurikuler Jurnalistik di SMAN 3 Tuban mengaku masih suka membaca buku fisik. Dia mengaku, tidak suka membaca buku digital karena tidak nyaman bagi kesehatan mata.
‘’Saya merasa nyaman jika membaca buku fisik hingga bisa lebih fokus,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang siswa yang lain Jeihan Alya Aqilah mengatakan, lebih menyukai buku digital karena dinilai lebih murah, bahkan banyak yang gratis.
Sedangkan, banyak buku fisik yang dinilai harganya terlalu mahal bagi kantong pelajar seperti dirinya. Menurut dia, membaca masih menjadi rutinitas yang menyenangkan.
‘’Apalagi dilakukan saat waktu luang di rumah, bisa menghibur sekaligus menambah wawasan,’’ ungkap dia. (gik/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama