RADARTUBAN - Umumnya, anak muda zaman sekarang enggan menjadi seorang guru. Alasannya, tanggung jawab yang berat menjadi seorang pendidik tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraannya.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Afidhatul Azizah Rena Widyastuti. Di usianya yang masih muda, dia memutuskan diri menjadi seorang guru.
‘’Saya bangga menjadi guru di usia muda, karena ini pekerjaan mulia,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Evi—sapaan akrabnya Afidhatul Azizah Rena Widyastuti—mengaku ingin menjadi guru karena terinspirasi dari ibunya yang juga berprofesi guru pendidikan anak usia dini (PAUD).
‘’Saya terinspirasi dari ibu, ibu sangat sabar ketika mengajar,’’ ujar cewek yang kini berusia 23 tahun itu.
Meski kurang lebih baru lima bulan menjalani profesi sebagai guru, Evi sudah menemukan kebahagiaannya sebagai seorang pendidik.
‘’Harus diakui menjadi seorang guru itu berat. Apalagi, yang diajar masih anak-anak. Tapi saya merasa bahagia,’’ tandas alumnus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang itu. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama