RADARTUBAN – Tidak semua sekolah meng-input pangkalan data sekolah dan siswa (PPDS) untuk mendaftar ke perguruan tinggi melalui seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP).
Di Tuban, misalnya, hingga batas akhir pukul 15.00 kemarin, sebanyak 55 sekolah swasta memilih tidak memasukan data siswanya ke PPDS. Rinciannya, 9 SMA, 26 SMK, dan 21 MA.
Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Agung Prijono membenarkan bahwa banyak sekolah swasta di Tuban yang tidak mendaftarkan siswanya ke perguruan tinggi.
Alasannya, para siswa tidak memiliki orientasi melanjutkan ke perguruan negeri.
Khususnya melalui jalur SNBP. Sebab itu, data siswa tidak dimasukan ke PPDS.
‘’Mereka beralasan para siswa lebih berorientasi langsung bekerja ketimbang melanjutkan ke perguruan tinggi. Makanya, banyak yang tidak mengambil kesempatan tersebut (seleksi melalui jalur SNBP, Red),” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Agung, sekolah swasta, terlebih SMK sudah sedari awal diberikan pembekalan praktik langsung untuk bekal di dunia kerja, sehingga banyak yang tidak memilih kuliah.Alhasil, sekolah-sekolah tersebut tidak mendaftarkan siswanya ke seleksi masuk perguruan tinggi jalur prestasi.
Lebih lanjut kata dia, panitia seleksi masuk perguruan tinggi sudah memberikan kesempatan bagi mereka untuk finalisasi data hingga Rabu (5/2) pukul 3 sore.
Namun, jika sekolah yang melakukan finalisasi masih terkendala dan tidak berhasil untuk mendaftar, maka tidak bisa ikut SNBP tahun ini.
Meski demikian, terang Agung, masih ada jalur-jalur lain yang bisa diikuti oleh siswa dan siswi SMA, MA, maupun SMK swasta selain SNBP. ‘’(Jalur SNBP, Red) memang sebuah kesempatan, tapi kalau sudah kadung tidak berhasil mendaftar, ya mau bagaimana lagi,” katanya.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Tuban Ahmad Hudan Mabruri juga menanggapi ihwal banyaknya madrasah aliyah swasta yang memilih absen tidak mendaftarkan siswanya pada jalur SNBP tersebut.
‘’Ada banyak faktor (kenapa sekolah tidak mendaftarkan siswanya ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, Red), dan salah satunya memang siswanya tidak mau kuliah,” ujar dia.
Khusnul Khotimi, Wakil Kepala Kesiswaan MA Sumbersari Desa Kowang, Kecamatan Semanding mengatakan, keputusannya untuk absen dari pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi jalur prestasi lantaran siswanya tidak ada yang antusias untuk melanjutkan kuliah.
‘’Mereka lebih memilih kerja dan kuliah di dekat-dekat sini saja,’’ katanya.
Lebih lanjut, Khusnul menyampaikan, segala upaya sudah dilakukan pihak sekolah untuk mendorong siswa dan siswinya melanjutkan ke perguruan tinggi.
Namun apa daya, usaha itu selalu nihil, termasuk tahun ini. Dan itulah yang menjadi alasan sekolah tidak mendaftarkan siswanya untuk ikut SNBP.
Senada disampaikan oleh salah satu guru SMA swasta di Kecamatan Tuban. Alasan tidak mendaftarkan siswanya ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP lantaran tidak ada yang berminat kuliah.
‘’Anak-anak lebih memilih untuk kerja setelah lulus atau kuliah yang sudah pasti gratis, karena faktor biaya,’’ ujar salah satu guru SMA swasta yang enggan disebutkan namanya itu. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama