Di Jogja, kafe yang menyediakan buku bacaan bukan hal yang sulit untuk dicari. Namun, lain halnya di Tuban. Dari sekian banyak kafe di Kota Legen, sepertinya hanya Tanna Kafe dan Hibis Street Cafe yang menyediakan buku bacaan.
LOKASINYA tidak di pusat kota. Melainkan di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding. Dari Alun-Alun Tuban, jaraknya kurang lebih 3 kilometer (km) ke arah selatan. Tepatnya di Jalan Hayam Wuruk Nomor 683.
Sepintas, jika dilihat dari tepi jalan, Tanna Kafe seperti tempat nongki pada umumnya. Konsepnya kekinian.
Menyediakan banyak tempat duduk di ruang terbuka. Namun, begitu masuk ke dalam, seperti ada pemandangan perpustakaan mini. Pengunjung yang datang langsung disambut buku-buku yang tertata rapi di depan pintu masuk.
Firman Subekti, pemilik Tanna Kafe mengatakan, menyediakan buku termasuk upaya menarik sekaligus mengajak pengunjung agar gemar membaca.
Karena itu, dia merasa bahagia ketika buku-buku koleksinya dibaca oleh pengunjung. ‘’Kami menyediakan berbagai genre buku, seperti bisnis, pengetahuan umum, bahkan ada juga buku anak-anak,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Pengunjung dapat bersantai menikmati makanan dan minuman yang dipesan sembari membaca buku. Tidak hanya itu, Firman juga mengajak para karyawan kafenya untuk membaca buku yang sama, seperti yang disediakan bagi pengunjung. ‘’Saya selalu mengajak karyawan, minimal sebulan baca satu buku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Firman menyampaikan, dirinya juga menerima segala sumbangan buku dari orang lain. ‘’Kami juga ingin bekerja sama dengan pegiat literasi di Tuban,” ucapnya.
Firman bercita-cita membuat mini library di samping kafenya, sehingga koleksi bukunya lebih lengkap dan lebih banyak lagi dari yang sudah tersedia saat ini.
Selain Tanna Kafe, kafe lain yang juga menyediakan bahan bacaan adalah Kafe Hibis Street. Lokasi kafe ini di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban. Belakang Asrama Haji Tuban. Kafe ini juga menyediakan rak khusus untuk buku maupun tesis dan skripsi bagi pengunjung.
‘’Jadi, bagi pengunjung yang mau naruh skripsi atau tesisnya di sini, kami juga menyediakan tempat khusus,’’ papar Vadel Ahmad As-Sidiqi, Barista Hibis Street Cafe.
Vadel mengaku, Hibis Street telah memiliki berbagai koleksi buku yang disediakan bagi pengunjung, seperti teknik sipil, buku hukum dan pengetahuan umum yang lain. “Tentu kita punya keinginan untuk menambah koleksi yang lain,” ujarnya.
Dia berharap, kafe tempat dia bekerja dapat menjadi salah satu tempat yang bisa seimbang antara tren ngafe, dan terpenting memperoleh pengetahuan sembari melakukan kegiatan ngopi. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama