Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Belajar Jurnalistik dari Dapur Redaksi Jawa Pos Radar Tuban: Pentingnya Memahami Perbedaan Media Massa dan Media Sosial

Ahmad Atho’illah • Jumat, 14 Februari 2025 | 13:39 WIB

BELAJAR JURNALISTIK: 31 siswi MA Assalam Bangilan bersama dua guru pendamping melakukan kunjungan redaksi di kantor Jawa Pos Radar Tuban Kamis (13/2).
BELAJAR JURNALISTIK: 31 siswi MA Assalam Bangilan bersama dua guru pendamping melakukan kunjungan redaksi di kantor Jawa Pos Radar Tuban Kamis (13/2).

RADARTUBAN - Selain menjalankan fungsi jurnalistik: memproduksi dan menyajikan sebuah berita, media massa juga memiliki tanggung jawab edukasi kepada masyarakat. Peran itulah yang konsisten dijalankan Jawa Pos Radar Tuban.

Media arus utama di Kabupaten Tuban ini memberikan ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin belajar tentang jurnalistik. Khususnya para pelajar.

Baca Juga: MAN 2 Lamongan Belajar Jurnalistik dari Ruang Redaksi Jawa Pos Radar Tuban

Kemarin (13/2), Jawa Pos Radar Tuban mene­rima kun­jungan dari MA Assalam Bangilan.
Seba­nyak 31 siswi yang terga­bung dalam ek­stra­kurikuler Literasi and Jour­nalism of As­salam (LJA) dan dua guru pen­damping ber­kesempatan secara lang­sung un­tuk me­ngetahui proses pem­buatan berita koran Jawa Pos Radar Tuban hing­ga pra cetak.

Dipandu oleh Redaktur Pe­laksana Jawa Pos Radar Tu­ban Ahmad Atho’illah, pa­ra siswa mengaku terkesan melihat proses produksi berita media cetak yang be­gitu ketat. Jauh dari ba­yangan Gen Z—yang ter­biasa melihat konten media sosial.

Dalam kesempatan terse­but, para siswa juga men­dapat pemahaman secara detail tentang perbedaan media massa dan media sosial, yang selama ini jarang dipahami. Juga tentang literasi media dan literasi digital.

‘’Sekarang kami jadi pa­ham, ternyata tugas seorang jurnalis itu tidak mudah. Dan berkat kunjungan re­daksi ini, akhir­nya kami bisa memahami perbedaan an­tara media massa dan media sosial, yang selama ini kami anggap sama,’’ tutur Anisa Faradina, salah siswi.

Joyo Juwoto, salah satu gu­ru pendamping menyam­paikan, kunjungan redaksi ke Jawa Pos Radar Tuban merupakan kesempatan yang sangat berharga. Begitu ba­nyak pengalaman baru yang didapat anak didik­nya—yang selama ini jarang diketahui dari bangku se­kolah.

‘’Semoga kunjungan redaksi ini bisa mem­berikan imbas positif untuk anak-anak. Khususnya pema­ha­man terkait literasi media, yang ternyata sangat amat penting di tengah dis­torsi media sosial yang se­makin tidak terkendali ini,’’ tuturnya.

Dalam paparannya, Redak­tur Pelaksana Jawa Pos Radar Tuban Ahmad Atho’illah me­nyampaikan, di era se­ka­rang ini, setiap orang, khu­susnya generasi muda harus memiliki pemahaman ten­tang literasi digital dan literasi media.

Sebab, di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, banyak orang yang ter­jebak dalam distorsi media sosial. Itu pula yang meng­akibatkan banyak pengguna media sosial ter­makan hoaks, dan bahkan terjerat Undang-Undang UU ITE. ‘’Semua itu bermula dari lemahnya literasi digital dan lemahnya pengetahuan terkait media massa,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Atok—sapaan akrabnya—mengatakan, se­bagai tanggung jawab so­sial kepada masyarakat, Jawa Pos Radar Tuban mem­berikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin belajar tentang jurnalistik. Khusus­nya para pelajar.

‘’Media ju­ga memiliki tanggung ja­wab memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, redaksi Jawa Pos Radar Tuban terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar jurna­listik. Dan kami akan sangat senang jika bisa menjadi bagian dari upaya mencer­das­­kan masyarakat,’’ tandasnya. (tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #kunjungan redaksi #media massa #Radar Tuban