RADARTUBAN – Rini Susilowati dan Tengku Noviansyah hanya bisa duduk tepekur dan pasrah melihat bangunan rumahnya ludes dilalap api, Senin (17/2) pagi.
Kejadian yang meluluhlantakkan dua bangunan rumah yang dominasi bahan kayu itu terjadi sekitar pukul 05.30 pagi, di Desa/Kecamatan Bangilan.
‘’Kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang merambat cepat pada bangunan sekitar,’’ ungkap Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satpol PP dan Damkar Tuban Sutaji.
Baca Juga: Daftar Jurusan S1 Psikologi Akreditasi Unggul dari BAN-PT di Berbagai PTN
Disampaikan Sutaji, dugaan awal itu berdasar pengakuan saksi di lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi, sumber api berasal dari obat nyamuk yang dibiarkan menyala, lalu mengenai kasur yang berada di rumah milik Rini Susilowati hingga memicu kobaran api yang terus membesar.
‘’Kobaran api kemudian merambat hingga ke rumah sebelahnya (milik Tengku Noviansyah, Red) yang bangunanya juga didominasi kayu,’’ ujar dia.
Damkar Tuban mendapat laporan sekitar pukul 06.00 pagi.
Dua armada mobil pemadam diterjunkan menuju lokasi untuk menjinakan api.
‘’Hampir satu jam api baru bisa dipadamkan,’’ tuturnya.
Luas bangunan milik Rini Susilowati kurang lebih 8x10 meter, sementara luas bangunan yang terbakar milik Tengku Noviansyah kurang lebih 8x12 m.
‘’Banyak aset yang terbakar, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta,’’ beber Sutaji.
Sutaji juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dengan sumber api di sekitar yang dapat memicu kebakaran.
Ditambah cuaca angin kencang yang masih melanda wilayah Kabupaten Tuban membuat sumber api cepat membesar.
‘’Perlu ditekankan juga, jika ada kebakaran, ada baiknya melaporkan kejadiannya pada petugas pemadam sebelum memviralkannya di media sosial,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama