RADARTUBAN – Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag Tuban memperkirakan awal Ramadan tahun ini tidak ada perbedaan antara yang ditetapkan pemerintah-Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Berdasarkan hasil hisab awal puasa 1446 Hijriyah ketika dilakukan rukyatul hilal pada Jumat (28/2) nanti, posisi hilal sudah setinggi 4 derajat di atas ufuk. Sehingga, awal puasa dimulai 1 Maret. Persis seperti yang sudah ditetapkan oleh Muhammadiyah.
Anggota tim BHR Kemenag Tuban Kasdikin mengatakan, berdasarkan hitungan tim BHR pada Jumat sore ketika dilakukan pengamatan bulan, posisi hilal berada di utara matahari sejauh 01 darajat dengan kondisi hilal miring ke utara, dan tingginya sudah 4 drajat.
Itu sudah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) setinggi 3 drajat.
‘’Jadi, satu Ramadan berpotensi jatuh pada 1 Maret. Bahkan saat rukyatul hilal nanti kami memperkirakan di Menara Banyuurip bisa melihat hilal,’’ ujarnya.
Kecuali, lanjut dia, saat dilakukan pengamatan bulan pada Jumat sore dalam kondisi mendung, sehingga bulan tertutup awan. ‘’Jika tidak terlihat maka tinggal menunggu daerah lain, bisa melihat atau tidak,’’ katanya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, jika 1 Ramadan jatuh pada 1 Maret, maka dapat dipastikan tahun ini NU dan pemerintah serta Muhammadiyah akan mengawali bulan puasa secara bersamaan.
Sebab, ormas yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu sudah menetapkan awal Ramadan pada 1 Maret. ‘’Nanti puasa ini akan berjalan selama 30 hari,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama