Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengintip SMPN 3 Montong yang Terapkan Pendidikan ala Finlandia: Siswa Didekatkan Teknologi tanpa Melupakan Sosialisasi

Yudha Satria Aditama • Senin, 24 Maret 2025 | 06:06 WIB

Keluarga besar pendidik SMPN 3 Montong yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Foto insert, Kepala SMPN 3 Montong Subekti Wahono, M.Pd membersamai pembelajaran.
Keluarga besar pendidik SMPN 3 Montong yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Foto insert, Kepala SMPN 3 Montong Subekti Wahono, M.Pd membersamai pembelajaran.

Finlandia disebut menjadi salah satu negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Pendidikan yang fokus pada pembelajaran menyenangkan dan fleksibel itu diadopsi di lingkungan belajar SMPN 3 Montong.

BUTUH waktu perjalanan sekitar 45 menit dari Tuban menuju SMPN 3 Montong. Berjarak 30 kilometer ke arah barat kota Tuban, sekolah yang lokasinya bersebelahan dengan api abadi di Desa Maindu ini memiliki cara unik dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu yang paling terli­hat, guru dilarang memberi pe­kerjaan rumah (PR) kepada peserta didik. Mirip seperti pendidikan di Finlandia.

Kepala SMPN 3 Montong, Subekti Wahono, M.Pd me­nga­takan, meniadakan PR bagi siswa memiliki tujuan agar siswa memiliki lebih banyak waktu bersosialisasi dan me­ngembang­kan minat serta bakat di luar jam pe­lajaran.

‘’Kebijakan ini untuk men­ciptakan suasana be­lajar yang lebih menye­nang­kan dan member­da­yakan siswa secara menye­luruh, tidak hanya dari sisi akademik,’’ tutur dia.

Baca Juga: Tiga Hal yang Bikin Warga Finlandia Paling Bahagia di Dunia

Ditiadakan tugas rumah itu, kata Kak Bex sapaan akrabnya, diimbangi dengan pembe­lajaran optimal se­waktu di sekolah.

Sis­wa diajarkan un­tuk dekat de­­ngan pembe­lajaran tekno­logi. Tidak hanya melalui labora­torium kom­puter se­kolah, pe­manfaatan gawai siswa di sekolah dimak­si­mal­kan untuk belajar di se­­tiap su­dut sekolah.

‘’In­ternet di sekolah kami mak­simalkan ke­cepatannya agar siswa betah untuk belajar dan mencari informasi di sekolah,’’ ungkapnya.

Setiap siswa diajak untuk aktif mencari informasi, ber­diskusi, serta menyelesai­kan tugas-tugas berbasis li­terasi secara kolaboratif melalui platform digital.

‘’Dengan pembelajaran daring yang fleksibel dan berbasis tekno­logi, siswa tidak hanya belajar teori, te­tapi juga dilatih untuk ber­pikir kritis dan mandiri,” kata lulusan pascasarjana Universitas Gresik itu.

Pendidik yang juga Ketua Brigade Penolong 13.23 Kwar­cab Tuban ini mene­gaskan, dengan pembela­ja­­ran optimal di sekolah, ma­­ka siswa tidak perlu me­ngerjakan tugas atau PR waktu di rumah.

Sehingga, waktu pulang sekolah bisa dimaksimalkan untuk so­sialisasi dan menjalin sila­turahmi dengan sesama.

‘’Siswa harus belajar dengan perasaan senang, jangan sam­pai ada rasa terpaksa da­­lam menuntut ilmu,’’ tegas dia.

Respons siswa terhadap sis­tem baru ini pun sangat po­sitif. Banyak di antara me­reka yang kini lebih aktif dalam kegiatan ekstra­kuri­kuler, mengikuti lom­ba-lom­ba, hingga me­ngem­­­bang­­kan proyek-proyek pem­­belajaran yang sesuai dengan minat mereka.

‘’Pem­­belajaran ini di­ber­samai de­ngan pen­di­dikan agama yang baik, se­hing­ga siswa berwa­wasan global dan memiliki kearifan lokal,’’ ungkap pendidik asal Desa Cangkring, Keca­matan Plumpang.

Tak hanya itu, materi yang diajarkan adalah hasil ke­sepakatan antara guru dan siswa di awal tahun pela­jaran. Selanjutnya, dilakukan map­ping atau pemetaan untuk masing-masing mata pelajaran.

‘’Pembelajaran meng­gunakan sistem mo­ving class agar siswa men­dapatkan materi belajar sesuai dengan minat dan bakatnya,’’ tutur Kak Bex.

Langkah progresif SMPN 3 Montong ini dinilai sebagai salah satu contoh transfor­masi pen­didikan yang adap­tif dan ber­pihak pada per­kembangan holistik peserta didik.

Serta sejalan dengan semangat Mer­deka Belajar yang digaung­kan oleh Ke­menterian Pendi­dikan Dasar dan Menengah. (yud)

Editor : Yudha Satria Aditama
#unik #pr #SMPN 3 #pendidikan #montong #bersosialisasi #finlandia #belajar #dilarang #Kegiatan