RADARTUBAN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban menyiapkan proyek cukup ambisius untuk mewujudukan program swasembada pangan nasional.
Yakni, mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 19 miliar untuk membangun dua titik pompanisasi.
Tak tanggung-tanggung, dari dua titik lokasi pompanisasi yang rencananya ditempatkan di Desa Menilo, Kecamatan Soko dan Desa/Kecamatan Senori ini ditargetkan mampu mengkaver kurang lebih 4.200 hektare lahan produktif.
Rinciannya, 1.200 hektare lahan di Desa Menilo dan sekitarnya, termasuk sebagian desa wilayah administratif Kecamatan Parengan, dan 3.000 hektare lahan di Desa Senori dan sekitarnya.
Di atas ribuan hektare lahan itulah, DKP2P menargetkan produksi padi meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya setahun sekali mengandalkan musim hujan.
‘’Ketika semua itu (4.200 hektare lahan, Red) bisa berproduksi dengan baik, maka berapa puluh ribu ton yang bisa dihasilkan nanti,’’ kata Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto.
Disampaikan Eko, anggaran belasan miliar itu diusulkan kepada Kementerian Pertanian (Kementan).
Jika dirinci, Rp 7,5 miliar untuk alokasi di Desa Menilo, Kecamatan Soko dan Rp 11,5 miliar untuk Desa/Kecamatan Senori.
‘’Selain pompanisasi, juga akan dibangun saluran air untuk mengalirkan air ke lahan-lahan produktif. Makanya, anggarannya cukup besar,’’ terang mantan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Tuban itu.
Kenapa yang diusulkan hanya dua desa tersebut? Terlebih, wilayah Kecamata Soko cukup dekat dengan Bengawan Solo.
Disampaikan Eko, meski wilayah Kecamatan Soko dekat dengan Bengawan Solo, tapi tidak semua desa memiliki akses air dari sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
‘’Jika ditarik jarak dari bengawan ke Desa Menilo itu sekitar 3,5 kilometer. Belum lagi sebagian desa di Kecamatan Parengan, yang rencananya juga ikut teraliri," terang dia.
"Sehingga lebih jauh lagi dan tidak memungkinkan. Makanya, pompanisasi ini diusulkan agar daerah wilayah tersebut sawahnya bisa tetap dialiri air,’’ tambahnya.
Mantan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) itu berharap, anggaran yang diusulkan ke Kementan itu bisa direalisasikan tahun ini.
Syukur-syukur di perubahan anggaran yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. ‘’Insya Allah, jika ini teralisasi produksi padi di Tuban akan meningkat,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama