RADARTUBAN – Dipercaya bisa menolak balak, menghilangkan penyakit di badan, hingga membuat awet muda.
Pada Senin (7/4) ratusan warga di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang dan sekitarnya mengikuti ritual dus-dusan atau mandi di laut selepas mengikuti tradisi kupatan di hari kedelapan bulan Syawal.
Ritus yang diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu itu berlangsung di pantai desa setempat. Persisnya, di Pantai Klero, utara Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi.
Rata-rata, mereka yang mengikuti tradisi tahunan ini datang bersama keluarga. Dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Berendam di antara deburan ombak sembari merapalkan doa-doa yang menjadi keyakinannya: dihindarkan dari segala bala, diberikan kesehatan, hingga dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan.
Tradisi ini diawali dengan tahlil dan doa bersama, lalu tanjakan ketupat di halaman Masjid Asmoroqondi. Setelah acara selesai, baru ritus mandi air laut itu dimulai.
‘’Ini (Dus-dusan, Red) merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu yang masih terus dipertahankan sampai sekarang,’’ kata Kepala Dusun Gesik Sukardi.
Lebih lanjut, Sukardi menyampaikan, seiring berjalannya waktu dan menjadi tradisi tahunan yang diyakini bisa memberikan banyak keberkahan, ritual dus-dusan ini tidak hanya diikuti oleh warga desa setempat.
Bahkan, ada juga yang datang dari luar Tuban. ‘’Mereka (warga dari luar Tuban, Red) datang ke sini khusus untuk mengikuti tradisi dus-dusan,’’ ujarnya.
Pria yang juga Ketua Yayasan Asmoroqondi itu menambahkan, tradisi ini terus dilestarikan karena dipercaya bisa memberikan keberkahan bagi warga. ‘’Utamanya keberhakan sehat dan berharap bisa panjang umur,’’ tandasnya.
Sulaiman, warga Desa Karang Agung, tetangga Desa Gesikharjo ini mengaku sengaja datang bersama anak dan istri untuk mengikuti tradisi dus-dusan.
Satu di antara yang menjadi harapannya, adalah mendapat keberkahan dari tradisi tersebut.
‘’Selain berharap dihindarkann dari bala. Katanya, tradisi dus-dusan ini juga bisa membuat orang awet muda,’’ katanya, sehingga berharap awet muda—dalam arti diberikan keberkahan umur.
Harapan yang sama juga dipanjatkan Lusi, warga luar Desa Gesikharjo. Bahkan, hampir saban tahun mengikuti tradisi ini. Selain berharap mendapat keberkahan, juga untuk mengisi waktu libur.
‘’Saya bersyukur bisa ke sini lagi, karena bertepatan masih libur kerja,’’ tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama