Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Hubungan Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan di Gresik dengan Muhammad Aqib, Seluruhnya Satu Keluarga

Andreyan (An) • Jumat, 11 April 2025 | 15:30 WIB
Suasana salat gaib yang dilakukan keluarga dan warga sekitar korban kecelakaan tragis pengantar umrah di Gresik.
Suasana salat gaib yang dilakukan keluarga dan warga sekitar korban kecelakaan tragis pengantar umrah di Gresik.

RADARTUBAN - Kapan, di mana, dan umur berapa ajal menjemput, hanya Allah yang tahu.

Niat hati ingin ke Tanah Suci menjalankan ibadah umrah, Muhammad Aqib, 26, lebih dulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa ke haribaan-Nya bersama seluruh keluarga yang turut serta mengatar pemberangkatannya menuju Bandara Internasional Juanda, kemarin (10/4) pagi.

Mobil Panther yang mengangkut Aqib bersama keluarga terlibat kecelakaan hebat dengan Bus Rajawali Indah di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. 

Isak tangis para kerabat, tetangga, serta sanak famili seketika pecah mengiringi kedatangan ketujuh jenazah asal Dusun Kedungsari, Desa Tuwiri Wetan Kecamatan Merakurak.

Mereka menjadi korban kecelakaan di Jalan Raya Duduk Sampeyan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, kemarin (10/4).

Ratusan pelayat silih berganti mendatangi rumah duka sejak siang hingga malam menjelang pemakaman ketujuh korban.

Nurkhozin, tetangga sebelah rumah ketujuh korban saat ditemui wartawan koran ini tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat enam mobil ambulan pengangkut ketujuh jenazah tiba.

‘’Saya masih cukup syok mendengar kabar duka ini, semalam (selumbari lalu, Red) baru saja selametan sebelum pemberangkatan umrah,’’ ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban di kediamannya, tepat di sebelah rumah korban.

Aqib tewas di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan bersama keenam anggota keluarganya, ayahnya Besar, 66, bibinya Lislikah, 41.

Serta kakak perempuannya Wiwik Sunarti, 43, kakak iparnya Akhmad Basuki, 49 dan kedua keponakannya, Hafiz Gandawihaja, 17, dan Muhammad Al Fatih, 3.

Menurut keterangan Kozin, rencanannya, selepas melangsungkan ibadah umrah, Muhammad Aqib hendak melamar kekasihnya yang berasal dari Surabaya pada akhir bulan ini.

‘’Aqib ini biasanya pulang setahun sekali pas momen mudik Lebaran,’’ ujar dia.

Selama hidupnya, Muhammad Aqib sekeluarga cukup dikenal baik oleh tetangga. Bisri, tokoh agama setampat turut membenarkan hal tersebut.

‘’Cukup ramah terhadap warga sekitar, biasanya juga sering ikut jamaah di musala depan rumah,’’ terangnya.

Pria lanjut usia itu mengatakan, sebelum kejadian tragis merenggut Muhammad Aqib sekeluarga. Ibu Aqib, Siti Umi Hanik pada 2021 juga menjemput ajal dengan cara yang hampir serupa.

‘’Rencananya, ketujuh jenazah akan dikubur dalam satu liang lahat yang sama, berdekatan dengan ibunya,’’ tandas Bisri. (*/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#tanah suci #gresik #Desa Tuwiri Wetan Kecamatan Merakurak #duduksampeyan #laka lantas #Kecelakaan