RADARTUBAN – Setelah melakukan penyisiran anggaran di semua organisasi perangkat daerah (OPD), total nilai efisiensi belanja di lingkup Pemkab Tuban mencapai Rp 90 miliar.
Kepastian total anggaran dari pemangkasan anggaran efisiensi itu disampaikan oleh Bupati Aditya Halindra Faridzky.
Lantas, dipergunakan untuk apa anggaran tersebut? Mas Lindra—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa anggaran dari hasil pemangkasan belanja di setiap OPD itu akan dialokasikan untuk program peningkatan kesejahteraan.
‘’Jadi, hasil pemangkasan anggaran ini tidak akan disimpan atau dikembalikan ke pusat. Melainkan untuk program pembangunan di daerah sendiri. Khususnya untuk menunjang program peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai arahan Pak Presiden,’’ katanya.
Disampaikan Mas Lindra, finalisasi efisiensi anggaran itu menyusul hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintah provinsi (pemprov). ‘’Hasilnya, pemangkasan anggaran dinyatakan telah sesuai,’’ ujarnya.
Selain bakal dialokasikan untuk program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat, juga untuk menunjang kegiatan infrastruktur, seperti pembangunan jalan, jembatan, lembaga pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
‘’Seperti tahun ini, kami juga ada rencana untuk pengembangan puskesmas,’’ imbuhnya.
Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, lanjut Mas Lindra, anggaran efisiensi juga akan diperuntukan mendukung program swasembada pangan agar memiliki nilai tambah.
Misalnya, menghasilkan produk turunan padi menjadi tepung dan sebagainya.
‘’Termasuk jagung, nanti bisa menghasilkan produk turunan, sehingga bisa memberikan nilai tambah kepada petani,’’ ujarnya.
Selain disebutan di atas, terang Mas Linda, hasil efisiensi anggaran juga untuk program peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan peningkatan wirausaha.
‘’Harapannya, dengan penambahan anggaran ini, semakin banyak usaha baru di Kabupaten Tuban,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama