RADARTUBAN - Musik keroncong umumnya identik dengan genre musik yang mayoritas penggemarnya dari kalangan tua atau generasi 1960-1970-an.
Stereotip tersebut akhirnya mencoba diubah oleh grup musik Gandara Loka, sekelompok pemusik keroncong asal Tuban yang menggaungkan musik berirama langgam lawas itu sejak lima tahun terakhir.
Sekilas irama langgam lawas itu terdengar syahdu menghayutkan penikmat musik keroncong awam, seperti wartawan koran ini saat pertama kali memutar video penampilan grup musik yang dibentuk pada 27 September 2020 lalu pada akun Instagram pribadi grup musik tersebut.
Sederet penampilan grup musik Gandara Loka yang di-unggah pada platform media sosial warna merah muda itu bahkan dibanjiri like hingga komentar positif dari para penggemar ataupun penikmat musik keroncong di Bumi Ronggolawe.
Diungkapkan oleh Teguh Sutrisno, salah satu pendiri grup musik keroncong itu berkisah, pembentukan grup musik Gandara Loka berawal dari ketidaksengajaan.
‘’Pada waktu itu pandemi covid-19 melanda (2020, Red) banyak teman-teman nganggur karena libur kuliah dan sepi job, akhirnya memutuskan membentuk grup musik keroncong,’’ ungkap alumi Universitas Negeri Surabaya itu.
Alasan memilih genre keroncong dibandingkan genre popular lainnya seperti pop hingga rock, lantaran di Tuban masih minim penikmat genre musik yang didominasi alunan alat musik ukulele itu.
‘’Selain itu juga ingin mengenalkan musik keroncong kepada kawula muda di Tuban,’’ ucapnya.
Grup musik tersebut awalnya digawangi oleh delapan personel, yakni Lintang pemain cello, Teguh pemain cuk, Ucup pemain cak, Azwan, pemain bass, Hadi pemain keyboard, Alan pemain violin, Yoga pemain saxophone, dan Dea Damora selaku vokalis. ‘’Sempat vakum pada tahun 2022 lantaran masing-masing personel memiliki kesibukan,’’ jelas Teguh.
Gandara Loka akhirnya mampu bangkit dari kevakuman pada 2023 lalu.
Sengan sejumlah wajah baru yakni Bayu Korantalaga pemain keyboard, M. Firnando pemain drum, M. Irfan Zuhri pemain bass, Andre Kurniawan pemain cak, Enggar Darmastuti dan Tiyus Santoso selaku vokalis.
Dua personel yang masih bertahan dari awal dibentuk yakni Teguh Sutrisno dan Lintang PS.
Jam terbang grup musik keroncong Gandara Loka tak perlu diragukan lagi.
Pada Desember 2023 lalu bahkan didapuk menjadi pengisi acara dalam event music di Tuban bersama musisi ternama, mulai dari Masdho hingga Gildcoustic, band besutan Gilga Sahid.
‘’Sebuah pengalaman berkesan bisa satu panggung dengan musisi ternama,’’ ujar pemain alat musik cuk itu.
Lagu-lagu keroncong hingga campursari yang kerap dibawakan yakni sederet karya lagu ciptaan maestro keroncong Indonesia Gesang Martohartono, hingga lagu karya Denny Caknan.
‘’Tahun ini masih proses penggarapan album karya sendiri, semoga bia launching tahun ini,’’ harapnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama