RADARTUBAN - SMAN 1 Soko selangkah lebih maju. SMA negeri di jalan raya Pakah-Ponco ini berhasil memadukan teknologi dan pendidikan lingkungan.
Salah satunya, mengembangkan aplikasi pemantau kualitas udara terintegrasi dalam sistem informasi digital sekolah.
Pengembangan teknologi ini merupakan bagian inovasi sekolah yang berkolaborasi dengan PT Aitron Digital Inovasi, selaku mitra sekolah dalam pengembangan teknologi pendidikan dan manajemen berbasis digital.
Kepala SMAN 1 Soko Sumarni mengatakan, aplikasi ini memungkinkan seluruh siswa, guru, dan staf mengakses data kualitas udara secara real-time melalui SIGMA yang menjadi platform digital sekolah.
Selain sebagai sumber informasi, data ini juga digunakan untuk membangun karakter peduli lingkungan dan mendukung pembelajaran kontekstual.
Seperti dalam mata pelajaran geografi, IPA, dan pendidikan lingkungan hidup.
‘’Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan sekitar dan dampak aktivitas manusia terhadap kualitas udara,’’ ujarnya.
Ke depannya, terang Marni, sekolah berencana memperluas penggunaan teknologi ini dengan melibatkan siswa dalam proyek analisis data dan kampanye lingkungan.
‘’Harapannya, inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi warga sekolah, tetapi juga menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban