RADARTUBAN - Kegagalan adalah bagian dari perjalanan hidup, dan hal itu pula yang dimaknai Ayu Nurlaila.
Perempuan yang akrab disapa Ayu ini mengaku terbiasa menghadapi kegagalan dalam setiap proses hidupnya.
Namun, yang paling membanggakan, Ayu tidak pernah menyerah sampai akhirnya berhasil lolos seleksi beasiswa S1 hingga lulus.
Mahasiswi semester 4 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengartikan kegagalan sebagai langkah awal untuk terus berusaha dengan cara yang lebih baik.
‘’Karena saya percaya, setiap kegagalan memberikan pelajaran, kalau tidak gagal terus kapan belajarnya," ujarnya.
Sejak menjadi mahasiswa baru, dara asal Kelurahan Panyuran, Tuban ini mengaku aktif mendaftarkan diri dalam berbagai program beasiswa.
‘’Terhitung 10 kali saya gagal, berbagai jenis beasiswa sudah saya coba, tapi karena mungkin belum rezeki, jadi saya tidak berhasil," katanya.
Namun, meski berkali-kali gagal, Ayu tidak pernah menyerah.
Tekad kuat membawanya untuk mencoba kembali melalui program Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbud Ristek).
‘’Saya pernah gagal berkali-kali, tapi entah kenapa tekad saya begitu kuat untuk mendaftar beasiswa ini," lanjutnya.
Dalam proses seleksi beasiswa tersebut, Ayu harus melewati berbagai tahapan, mulai dari meminta surat rekomendasi dari dosen dan dekan fakultas, mengikuti tes uji kemahiran berbahasa Indonesia, hingga membuat esai.
‘’Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa lolos, sehingga bisa meringankan beban orang tua saya," tandasnya. (gik/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama