RADARTUBAN – Pendaftaran Kartu Prakerja 2025 belum dibuka.
Namun, sekelompok orang mengaku dari lembaga A-Course mengklaim membawa surat izin dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tuban untuk melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan.
Bahkan, mereka difasilitasi langsung oleh pihak kecamatan, seperti yang sudah terjadi di Kecamatan Soko.
‘’Kami mengizinkan, karena memang mereka membawa surat izin dari DPMPTSP Tuban dan di surat tersebut izinnya sosialisasi,’’ kata Camat Soko Sucipto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban kemarin.
Diakui Cipto, awalnya tidak menaruh curiga terhadap orang yang mengatasnamakan A-Course tersebut.
Sebab, mereka membawa surat dari DPMPTSP. Kecurigannya itu baru muncul setelah mengetahui ternyata pendaftaran Kartu Prakerja tidak dilakukan secara offline.
‘’Kami dan seluruh kades sudah mendengar kabar (meminta calon peserta Prakerja membuka rekening, Red), dan sudah kami laporkan ke DPMPTSP,’’ katanya.
Novi Ayu Romadhoni, salah satu warga Desa Sokosari, Kecamatan Soko mengaku turut menjadi peserta sosialisasi Kartu Prakerja yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan A-Course tersebut.
Bahkan, termasuk juga diarahkan untuk membuka rekening bagi yang belum memiliki.
‘’Kami juga diiming-iming akan lolos Kartu Prakerja, makanya dibuatkan rekening,’’ katanya.
Awalnya, Novi mengaku senang karena sudah dibantu untuk membuat rekening calon penerima Kartu Prakerja.
Namun, sudah empat bulan ini tidak ada kabar.
‘’Kami memang tidak diminta untuk membayar, tapi kami sudah terlanjur setor data pribadi,’’ ujarnya.
Senada dikatakan Rista, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko. Dia juga mengaku menjadi korban dari modus sosialisasi Kartu Prakerja tersebut.
‘’Iya, saya ikut dan disuruh buka rekening, setor Rp 100 ribu untuk saldo,” katanya. Perempuan 21 tahun itu mengaku kecewa lantaran diberi harapan palsu sejak sebulan yang lalu, dan tidak kunjung mendapat kabar.
‘’Saya sempat tanya ke pihak yang mengaku A-Course, tapi hanya disuruh menunggu. Katanya sistemnya belum dibuka,’’ katanya.
Awalnya, dia tidak menaruh rasa curiga, lantaran informasi tersebut didapat dari pemerintah desa dan diarahkan untuk datang ke balai desa. Bahkan, tidak hanya dia, namun bersama warga lain.
‘’Saya mulai curiga, kok lama gak ada kelanjutan dan ada beberapa edaran bahwa itu hoaks karena akun resmi prakerja sudah mengimbau untuk hati-hati terhadap motif serupa dan kabarnya, tahun ini belum dibuka pendaftarannya. Tapi, setelah saya konfirmasi ke pihak yang mengaku A-Course tersebut, mereka berdalih informasi itu tidak benar,’’ tandasnya.
Rista mengaku khawatir data yang telah dia setorkan untuk pembukaan rekening akan disalahgunakan. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama