Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jalan Poros Desa Kanorejo Tuban Terancam Putus Akibat Terkikis Aliran Sungai Bengawan Solo, Dua Kali Ambles

Andreyan (An) • Selasa, 20 Mei 2025 | 23:08 WIB
Kondisi jalan poros Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel hampir terputus akibat longsor akibat terkikis aliran Sungai Bengawan Solo, kemarin (18/5).
Kondisi jalan poros Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel hampir terputus akibat longsor akibat terkikis aliran Sungai Bengawan Solo, kemarin (18/5).

RADARTUBAN – Kondisi jalan poros penghubung desa di Dusun Kanor, Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel semakin memprihatinkan.

Ruas jalan yang terletak persis bersebelah dengan bantaran Sungai Bengawan Solo itu kian terkikis akibat tergerus aliran air sungai.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban kemarin (19/5), kurang lebih 20 meter ruas jalan yang tergerus longsor.

Bahkan, sebagian badan jalan tampak terkikis dan menyisakan separo badan jalan yang hanya mampu dilewati oleh kendaraan roda dua.

Sulkan, warga setempat yang ditemui oleh wartawan koran ini menyampaikan, tanda-tanda longsoran mulai tampak sejak Maret lalu dengan munculnya retakan tanah di sepanjang ruas jalan.

‘’Bulan Ramadan kemarin ruas jalan ini sempat amblas, namun warga di sini (Dusun Kanor, Red) berbekal dana iuran masih sempat melakukan pengurukan,’’ ujar dia.

Hanya saja, pengurukan itu tidak bertahan lama. Dua pekan setelahnya, retakan tanah semakin meluas hingga mengikis sebagian besar badan jalan.

‘’Tiga bulan ini, terhitung sudah dua kali ambles,’’ jelas petani 39 tahun itu.

Disampaikan Sulkan, hampir saban tahun titik jalan tersebut selalu mengalami longsor akibat aliran Sungai Bengawan Solo.

Dirinya bersama warga sekitar juga telah melaporkan keluhan ini kepada perangkat desa, namun belum ada upaya tindak lanjut yang jelas.

‘’Sudah biasa ambles, sampai sekarang belum ada penanganan serius dari pemerintah,’’ tegasnya.

Senada dituturkan Jupri, warga lain, hampir setiap tahunnya tanah di bantaran Sungai Bengawan Solo semakin terkikis akibat tergerus aliran sungai yang membuat warga setempat cukup was-was.

‘’Ada puluhan keluarga yang terancam,’’ bebernya.

Sementara itu, ruas jalan yang terkikis oleh aliran sungai tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat desa setempat.

‘’Akses jalan ini merupakan akses utama menuju masjid dan balai desa,’’ terang dia.

Terpisah, Kepala Desa Kanorejo Suyanto saat dikonfirmasi oleh wartawan koran ini menyebut jika kerusakan jalan akibat tergerus aliran Sungai Bengawan Solo telah dilaporkannya kepada Pemkab Tuban.

‘’Sudah kami laporkan, semoga segera ada kepastian,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Bengawan Solo #jalan #ramadan #Desa Kanorejo #Rengel