Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bengawan Solo Meluap: Berikut Daftar 18 Desa di Tuban yang Tergenang Banjir, Jalan dan Persawahan Tetutup Air

Andreyan (An) • Selasa, 20 Mei 2025 | 01:35 WIB
Kondisi jalan poros penghubung antardesa di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel tergenang banjir, kemarin (18/5).
Kondisi jalan poros penghubung antardesa di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel tergenang banjir, kemarin (18/5).

RADARTUBAN – Meski musim ke­marau telah berlangsung, curah hujan dengan intensitas tinggi selama sepekan terakhir masih meng­guyur wilayah Tuban dan se­kitarnya.

Tingginya curah hujan tersebut menye­babkan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo meluap dalam, dua hari terakhir ini.

Luapan bah sungai terpanjang di Pulau Jawa itu mulai meng­genangi sejumlah desa di se­panjang ban­taran sungai.

Ber­dasarkan pan­tauan Jawa Pos Radar Tuban, hingga kemarin (18/5) sudah ada sejumlah desa di 4 kecamatan terdampak banjir, yak­ni Kecamatan Rengel sebanyak lima desa, meliputi Desa Ka­rangtinoto, Kanorejo, Tambakrejo, Ngadirejo, dan Sawahan.

Selanjutnya, Kecamatan Soko menggenangi tujuh desa, yakni Desa Kenongosari, Sandingrowo, Glagah­sari, Pandanwangi, Kendang­rejo, Simo, dan Menilo.

Lalu, Ke­camatan Widang me­nerjang tiga desa, yakni Desa Simorejo, Patihan dan Nga­direjo.

Se­mentara Keca­matan Plum­pang tiga desa, yakni Desa Kebomlati, Kedungsoko, dan Klotok.
Meski luapan air tak se­besar bencana banjir yang datang pada Maret lalu.

Namun, sejumlah warga mengeluhkan datangnya banjir pada musim kemarau ini.

Sujarwo, warga Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel yang temui wartawan ini menuturkan, akibat banjir ini dirinya terpaksa memanen padi di persawa­hannya lebih awal.

‘’Seha­rusnya masa panennya dua pekan lagi, tapi karena banjir terpaksa harus dipanen sekarang,’’ ujar dia.

Lebih lanjut, pria paro baya itu mengatakan, sejak Sabtu malam (17/5) aliran banjir mulai meng­genangi wilayah persawahan di desanya dan jalan poros desa.

‘’Ketinggian air di jalan penghubung desa mulai dari 5 centimeter (cm) hingga 15 cm,’’ terang dia.

Senada yang dikatakan oleh Rianto, warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel yang mengaku turut diru­gikan dengan datangnya ben­cana banjir.

Tanaman cabai berusia 1,5 bulan yang ditanam di lahan seluas 2,5 hektare itu tak luput dari genangan luapan Bengawan Solo. ‘’Dua kali tanam cabai, dua kali pula terendam banjir,’’ ungkapnya.

Terpisah, Totok Mujianto perangkat Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel menga­takan, kurang lebih sekitar 217 hektare sawah di desa setempat yang tergenang banjir.

‘’Empat ruas jalan poros desa juga terendam, kurang lebih total sepanjang 600 meter,’’ bebernya.

Disampaikan Totok, ada dua rumah warga di desa setempat yang juga teren­dam. Se­dangkan fasilitas umum yang terendam hanya satu lembaga pendidikan, yakni SDN Ka­norejo 2.

‘’Semoga segera su­rut dan curah hujan bisa bersahabat agar aktivitas warga bisa normal kembali,’’ harap dia.

Sementara itu, berdasarkan pantauan laporan penga­matan Bengawan Solo wila­yah hilir per 18 Mei pukul 16.00.

Pada titik pos pantau wilayah Bojonegoro masih dalam tren siaga merah, yakni berada di angka 14.04 m.

Sedangkan wilayah pos pantau titik Babat masih berada tiga strip menuju siaga kuning, yakni di angka 8.39 m.

Kepala Pelaksana Badan Penang­gunlangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Su­dar­maji menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan asesmen pada lokasi yang terdampak ban­jir.

‘’Asesmen dan peman­tauan terus dila­kukan, kami menghimbau ke­pada masya­rakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap selalu was­pada,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #banjir #Bengawan Solo #jawa #Rengel #sungai #kecamatan