RADARTUBAN - Mahir berbahasa Inggris sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan masyarakat, tak terkecuali kawula muda.
Namun, berbeda dengan Siti Aisyah yang justru lebih tertarik untuk mempelajari bahasa Arab.
Menurut Aisyah, belajar bahasa Arab itu mudah, meski tidak menggunakan huruf latin sebagaimana bahasa pada umumnya. Baginya, belajar bahasa Arab itu menyenangkan dan mudah dihafal.
Minat dara asal Desa/Kecamatan Palang dalam memelajari bahasa Arab ini muncul pertama kali ketika dirinya mendengarkan kakak perempuannya menghafalkan banyak kosa kata berbahasa Arab.
Dan semakin termotivasi saat melihat sang kakak luwes public speaking menggunakan bahasa Arab.
"Waktu itu, umur saya masih 7 tahun dan berpikir sepertinya bahasa Arab itu menarik,” ungkap siswi kelas XI MAN 1 Tuban itu.
Ketertarikannya pada bahasa Arab dibuktikan dengan mengikuti lomba pidato berbahasa Arab saat usianya 8 tahun.
Meski begitu, Aisyah mengakui jika saat itu dirinya belum cukup percaya diri.
Semenjak itu, dia semakin berani dan percaya diri mengasah kemampuan public speaking-nya dalam bahasa Arab.
Gadis 17 tahun ini mengatakan, jika saat ini dirinya sudah sering dan mahir berbicara dalam bahasa Arab. Bahkan, tak jarang mengikuti berbagai kompetisi public speaking.
Puncaknya, Aisyah berhasil menyabet juara 1 pidato bahasa Arab dalam Porseni MA 2025.
Meski begitu, prestasinya kini tak lepas dari langkah demi langkah perjuangannya dalam memelajari bahasa Arab. Gadis kelahiran 2007 ini mengatakan, bahwa bahasa Arab ini setiap katanya tidak bisa asal digunakan.
"Harus satu per satu menghafalkan kosa katanya, dan juga harus mengerti kapan menggunakan isyim isyaroh dan lain sebagainya. Terkadang salah satu huruf saja akan mengubah makna dari kata tersebut,” kenangnya saat menceritakan awal proses mendalami bahasa Arab.
Walau kini telah mahir dan sering mengikuti berbagai kompetisi, Aisyah tetap tidak berhenti belajar dan terus mengasah kemampuannya.
Dia percaya jika bahasa Arab masih bisa dieksplorasi lebih jauh lagi dari berbagai aspeknya.
"Setiap kesempatan untuk mengikuti lomba atau hanya sekadar belajar menjadi sebuah ruang untuk terus tumbuh dan memperkuat kemampuan saya,” pungkas anak kedua dari dua bersaudara itu. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama