RADARTUBAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban memprediksi, gelombang tinggi bakal menyapa perairan wilayah Tuban selama sepekan ke depan.
Karena itu, seluruh nelayan di pesisir Kota Legen diminta untuk waspada.
"Gelombang tinggi di laut diperkirakan mencapai 1-1,5 meter,’’ kata Kepala BMKG Tuban Muchamad Nur kepada Jawa Pos Radar Tuban. Pun demikian di darat, juga diprediksi masih akan berlangsung hujan lebat hingga disertai petir dan angin kencang.
Dikatakan Nur, meski secara klimatologi wilayah Tuban telah memasuki musim kemarau, namun dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya pola belokan angin dan pertemuan angin di laut Jawa.
Serta terdapat gangguan atmosfer berupa gelombang madden-julian oscillation (MJO) dan gelombang low atau gelombang dengan frekuensi rendah yang diperkirakan akan melintasi wilayah Kota Legen dan sekitarnya dalam sepekan ke depan.
Dampak dari cuaca yang tidak bersahabat tersebut akan terjadi pertumbuhan awan-awan hujan yang sangat intens.
Juga kondisi atmosfer lokal yang masih labil dan lembab dari lapisan bawah hingga atas di wilayah Jawa Timur mendukung untuk pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup signifikan.
"Potensi cuaca buruk diperkirakan akan berlangsung hingga 30 Mei mendatang,’’ bebernya.
Mantan Kepala Stasiun Meteorologi Aek Godang Padang Sidempuan itu menuturkan, masyarakat yang berada di titik wilayah rawan bencana diimbau untuk waspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
"Masyarakat yang tinggal di pesisir juga harus meningkatkan kewaspadaannya adanya gelombang tinggi maupun potensi terjadinya banjir rob,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama