RADARTUBAN – Lagi, dan untuk kesekian kalinya, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban kembali kehilangan kabel penerangan jalan umum (PJU).
Tak tanggung-tanggung, hanya dalam waktu lima bulan sepanjang kurang lebih 5.000 meter kabel hilang. Dugaannya, dicuri orang.
Kabel yang hilang itu tersebar di tujuh titik. Yakni, PJU Desa Tlogonongko, Kecamatan Semanding-Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan sepanjang 800 meter; PJU Desa Karanglo-Padasan, Kecamatan Kerek sepanjang 180 meter.
PJU Desa Nguluhan, Kecamatan Montong 130 meter; PJU Desa Jetak, Kecamatan Montong 130 meter; PJU Desa Sendanghaji, Kecamatan Merakurak 225 meter.
PJU Desa Temayang titik depan SMPN 1 Kerek 200 meter; PJU jalan raya Merakurak-Montong 2.000 meter; dan PJU Jalan Raya Merakurak-Jenu 1.250 meter.
"Atas kejadian ini, kerugian kurang lebih mencapai Rp 62 juta, bahkan PJU di beberapa titik yang baru diganti bulan ini saja sudah kembali hilang,’’ ungkap Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) DLHP Tuban Slamet Hariyanto kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (30/5).
Disampaikan Slamet, dari informasi yang didapatnya, sejumlah warga pernah memergoki salah seorang yang mencurigakan sembari memotong kabel yang menyamar sebagai petugas PLN.
"Kepada warga setempat, oknum pencuri dalam melancarkan aksinya mengaku sebagai petugas PLN,’’ bebernya.
Slamet menuturkan, tahun lalu kejadian pencurian PJU juga kerap terjadi.
Hanya saja, sasarannya terhadap box perangkat PJU. Standar keamanan ganda yang dipasang di box perangkat PJU membuat oknum tindak kriminal tersebut diduga beralih menggasak kabel perangkat yang bergelantungan.
Lebih lanjut, Slamet mengatakan, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas umum yang ada di wilayahnya masing-masing.
Sebab, fungsi PJU cukup vital sebagai penerangan pengendara yang melintas.
"Kejadian ini cukup meresahkan, inilah yang menjadi salah satu faktor pemerataan penerangan jalan di Kabupaten Tuban belum maksimal,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni