RADARTUBAN – Mengungkap admin grup Facebook dengan nama akun Gay Tuban Lamongan Bojonegoro ternyata bukan perkara mudah.
Sudah hampir dua pekan ini Polres Tuban melakukan pelacakan terhadap admin grup homoseksual dengan jumlah anggota mencapai 11 ribu lebih tersebut.
Namun, hingga saat ini tak kunjung membuahkan hasil.
"Kami masih berupaya melacak admin grup tersebut, serta pihak-pihak yang turut terlibat aktivitas secara intens di grup,’’ kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (10/6).
Disampaikan Dimas, penelusuran terhadap grup penyuka sesama jenis itu telah dilakukan sejak 31 Mei lalu.
Bahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Meta untuk meminta identitas admin grup Gay Tuban Lamongan Bojonegoro serta informasi mendetail mengenai grup tersebut.
"Kami masih menunggu hasilnya, semoga segera bisa terungkap’’ ujarnya.
Selain berharap balasan dari Metta, penelusuran mendalam juga dilakukan jajaran polres terhadap informasi serta konten-konten yang disebarluaskan dalam grup.
Pasalnya, dari beberapa hasil penelusuran yang telah dilakukan, didapati adanya postingan dan kolom komentar di dalam grup berisi kalimat-kalimat yang tidak etis.
Lebih lanjut, perwira berpangkat balok tiga emas itu mengatakan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan tim ahli untuk memastikan adanya pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dari akun yang meresahkan masyarakat tersebut.
"Keberadaanya cukup mengkhawatirkan, apalagi jika dapat diakses anak di bawah umur,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama