RADARTUBAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban angkat bicara soal data pasien Puskesmas Semanding yang bocor dan dijadikan bungkus sayur oleh salah satu pedagang di pasar tradisional Tuban.
Data pasien yang viral di media sosial itu meliputi identitas diri, rekam medis, hingga fotokopi kartu keluarga (KK).
‘’Ini (bocornya data pasien yang menjadi bungkus sayur, Red) murni kesalahan dan ketidaktelitian pihak puskesmas. Seharusnya, dokumen tersebut dimusnahkan sesuai SOP dengan cara dihancurkan hingga tidak dapat terbaca lagi,’’ kata Kepala Dinkes P2KB Tuban Esti Surahmi saat sidak di Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Semanding, kemarin (16/6).
Diungkapkan Esti, kebocoran data pasien ini terjadi ketika pihak Puskesmas Semanding sedang melakukan pembersihan berbagai barang atau kertas yang sudah tak terpakai lagi.
Lantaran lengah dan lalai, sehingga sebagian lembar data pasien tercecer dan terkumpul menjadi satu dengan tumpukan kertas dan kardus lainnya, hingga berakhir di pengepul.
Lebih lanjut, Esti menyampaikan, data yang bocor dan dijadikan bungkus sayur itu bukan arsip baru, melainkan data lama sekitar delapan tahun lalu atau sejak 2017.
‘’Puskesmas sudah memiliki alat penghancur kertas untuk memusnahkan arsip, cuma yang beredar tersebut memang terlewat untuk di hancurkan,’’ kata dia.
Meski terjadi kebocoran data pasien, pihak Dinkes P2KB tidak memberikan sanksi berat, hanya sebatas melayangkan teguran keras dan peringatan pada UOBF Puskesmas Semanding agar lebih berhati-hati terhadap pengelolaan arsip yang ada.
Ditegaskan Esti, teguran dan peringatan yang dijatuhkan sesuai dengan Undang-Undang Disiplin Pegawai.
‘’Kami juga langsung memberikan warning untuk puskesmas lain agar hal ini tidak terulang dikemudian hari,’’ tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama