Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sawah Merakurak dan Sambonggede Tuban Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Desak Normalisasi Drainase

Yudha Satria Aditama • Sabtu, 21 Juni 2025 | 00:39 WIB

 

Lahan pertanian di Merakurak terus tergenang meski musim kemarau.
Lahan pertanian di Merakurak terus tergenang meski musim kemarau.

RADARTUBAN – Selain petani di beberapa desa di Kecamatan Plumpang dan Widang, petani di Desa Sambonggede dan Mandirejo, Kecamatan Merakurak juga berharap ada langkah taktis dari pemerintah daerah dalam menangani masalah banjir yang menggenangi lahan pertanian di wilayah setempat.

Pasalnya, mereka juga mengalami kondisi yang sama: selalu gagal panen.

‘’Sawah saya ini letaknya lebih rendah dari drainase. Makanya, kalau ada kiriman air dari hulu, debit air langsung meningkat dan meluber ke sawah,’’ kata Warji, salah satu pemilik lahan di Desa Sambonggede kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Warji mengeluh karena sudah bertahun-tahun tidak ada solusi dari pemerintah untuk menyelamatkan lahan pertanian di desa setempat.

‘’Sebenarnya ini lahan produktif, tapi karena menjadi langganan banjir, sehingga menjadi tidak produktif,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Warji mengungkapkan, selain dipicu bangunan drainase yang lebih tinggi dari lahan pertanian, juga ditambah pendangkalan yang semakin parah.

‘’Jadi, drainase yang seharusnya berfungsi mengalirkan air, malah menjadi langganan penyebab banjir,’’ keluhnya.

Warji menuturkan, sudah sepuluh tahun lebih dirinya mengolah lahan miliknya. Namun, selama itu pula lebih sering gagal panen.

Bahkan, saat kemarau seperti sekarang ini pun dirinya tidak bisa tanam, karena masih sering banjir.

‘’Kami berharap, masalah banjir yang terus menggenangi lahan pertanian ini bisa segera mendapatkan solusi agar kami bisa tanam dan menikmati hasil panen,’’ tandasnya.

Sementara itu, Camat Merakurak M. Mustakim mengatakan, kondisi genangan paling parah memang berada di wilayah Desa Mandirejo. Sebab, lahan itu paling rendah ketimbang yang lain.

‘’Kami sudah berupaya melakukan beberapa penanggulangan agar tidak tergenang, tapi tetap saja terus tergenang,’’ katanya.

Disampaikan Mustakim, beberapa langkah yang sudah dilakukan, yakni melakukan normalisasi drainase di sepanjang jalan poros Kecamatan Merakurak–Jenu, menertibkan warung-warung yang berdiri di atas drainase, dan pembersihan sampah.

‘’Seperti lahan depan kantor Telkom, dulu selalu tergenang, kini sudah tidak ada lagi karena sudah dinormalisasi,’’ tuturnya.

Tahun ini, lanjut Mustakim, pihaknya kembali berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR RPKP) Tuban agar bisa kembali dilakukan normalisasi.

‘’Harapannya, nanti normalisasi bisa dilakukan di hilir, yakni di wilayah Kecamatan Jenu. Sebab, jika hilir dikeruk, maka air bisa mengalir dengan baik,’’ pungkasnya. (fud/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#gagal panen #sambonggede #Merakurak #widang #petani