RADARTUBAN-Witono kembali menakhodai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tuban periode 2025–2030.
Itu merupakan amanah kedua yang diembannya setelah memimpin organisasi pendidik tersebut pada periode pertama, 2020–2025.
Terpilihnya mantan sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban tersebut berlangsung pada Konferensi Kabupaten XXIII PGRI Kabupaten Tuban, Rabu (25/6).
Konferensi kabupaten yang dihelat di Gedung Graha Dwija Tuban, Jalan Gedongombo tersebut dimulai dengan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2020–2025.
Setelah itu, dilanjutkan penetapan program kerja 2025–2030.
Di pengujung masyawarah tertinggi organisasi tersebut, digelar reorganisasi kepengurusan PGRI.
Dalam musyawarah tersebut, Witono merupakan satu-satunya calon yang diusulkan 20 cabang dan 1 cabang khusus.
Karena seluruh pemilik suara secara musyawarah mufakat memilihnya, mantan kepala SMPN 3 Tuban itu langsung ditetapkan secara aklamasi.
Setelah memilih ketua, agenda selanjutnya memilih tiga wakil ketua dan satu sekretaris.
Berdasarkan usulan cabang dan cabang khusus, terpilih tiga wakil ketua dengan suara terbanyak. Mereka adalah Sumadi, Sumarno, dan Rindatuti.
Untuk posisi sekretaris, Mundi Hartono terpilih dengan suara mayoritas.
Begitu terpilih, mereka ditetapkan sebagai formatur dan memiliki waktu selama 15 hari untuk melengkapi kepengurusan. Termasuk kelengkapan organisasi.
Konferensi kabupaten tersebut terasa istimewa karena dibuka Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono.
Hadir Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jatim Suwaji, Ketua PPLP PT PGRI Tuban Sudjarwoto, wakil Kemenag Tuban, Ketua Dewan Pendidikan Tuban sekaligus ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI Kabupaten Imam Hambali, dan Wakil Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Tuban Endang Trimeidya In, dan wakil Cabang Dinas Wilayah Bojonegoro-Tuban.
Juga hadir dua sesepuh PGRI Tuban, Sutrisno dan Suwito Tulus.
Dalam sambutan pembukaan, Wabup Joko Sarwono berharap kepada PGRI Tuban untuk lebih sinergitas dengan pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan guru.
Dia juga berharap organisasi ini berkolaborasi dengan dinas pendidikan dalam mewujudkan mental spiritual yang tinggi dalam membekali generasi muda menuju generasi Indonesia emas tahun 2045.
‘’Ini sejalan dengan tema yang diangkat pada konferensi kabupaten, yakni transformasi PGRI menuju Indonesia emas,’’ tegasnya.
Mewakili ketua PGRI Provinsi Jatim, Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jatim Suwaji menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya konferensi tersebut.
Dia juga menyampaikan terima kasih atas sambung rasa pengurus masa bakti 2020 -2025, sehingga terwujud organisasi profesi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan yang berhasil mewujudkan tata kelola yang luar biasa.
Suwaji juga mengapresiasi pengurus PGRI periode yang sama atas prestasinya mendapat dua kali penghargaan dari Pengurus Besar PGRI sebagai lembaga dengan tata kelola organisasi yang sangat baik pada 2024 dan 2025.
Dalam sambutan penutupan, Suwaji kembali memberikan apresiasi.
‘’Konferensi Kabupaten Tuban termasuk tercepat dan paling kondusif se-Jatim,’’ kata dia yang langsung disambut seluruh undangan.
Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban setelah terpilih, Witono menyampaikan program prioritasnya; Patrap Songo yang diikat dengan sambung rasa.
‘’Supaya kita tersambung dengan rasa,’’ kata dia menyampaikan program prioritasnya tersebut.
Witono kemudian menguraikan filosofi dari program organisasinya sebagai penyemai peradaban bangsa.
Menurut dia, dalam Patrap Songo yang diikat dengan sambung rasa, terkandung nilai mikul dhuwur mendhem jero. Juga nilai eling lantaraning dumadi.
‘’Kita bisa begini karena ada yang mengawali dan memperjuangkan. Ini yang perlu kita lestarikan. Dengan begitu yang merintis bisa tersenyum,’’ tuturnya.(*)
Editor : Dwi Setiyawan