RADARTUBAN – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban mengungkapkan peta persebaran penduduk tahun 2024 yang patut jadi perhatian.
Kecamatan Semanding tercatat sebagai kecamatan terpadat di Kabupaten Tuban, dengan total penduduk mencapai 120.368 jiwa.
Jumlah tersebut hampir empat kali lipat lebih banyak dibandingkan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit, Kenduruan (30.169 jiwa).
Data ini menjadi acuan penting bagi perencanaan pembangunan, pemerataan layanan publik, dan strategi sosial-ekonomi di Tuban.
Tak hanya sekadar angka, perbedaan populasi antar kecamatan juga menunjukkan tantangan ketimpangan wilayah yang perlu ditangani serius oleh pemerintah daerah.
Ranking Jumlah Penduduk Kabupaten Tuban per Kecamatan (2024)
1 Semanding 120.368 jiwa
2 Palang 90.382 jiwa
3 Soko 90.377 jiwa
4 Tuban 88.025 jiwa
5 Plumpang 83.448 jiwa
6 Kerek 70.291 jiwa
7 Merakurak 62.267 jiwa
8 Rengel 62.266 jiwa
9 Bancar 60.913 jiwa
10 Jenu 59.671 jiwa
11 Jatirogo 58.732 jiwa
12 Parengan 57.359 jiwa
13 Montong 56.265 jiwa
14 Widang 52.302 jiwa
15 Bangilan 50.490 jiwa
16 Singgahan 44.561 jiwa
17 Senori 43.716 jiwa
18 Tambakboyo 43.088 jiwa
19 Grabagan 41.706 jiwa
20 Kenduruan 30.169 jiwa
Ketimpangan yang cukup mencolok antara kecamatan terpadat dan tersedikit penduduk ini menciptakan tantangan serius dalam hal:
1. Pemerataan infrastruktur dan fasilitas kesehatan
2. Distribusi tenaga pengajar dan sekolah
3. Penyerapan tenaga kerja
4. Pelayanan publik berbasis digital
5. Pengelolaan lingkungan dan sampah di wilayah padat
Kepala BPS Kabupaten Tuban, Andhie Surya Mustari, menegaskan bahwa data ini harus dijadikan dasar dalam menyusun arah kebijakan lintas sektor.
“Dengan data penduduk terbaru ini, kami mendorong setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk merancang program pembangunan yang lebih berbasis data riil dan kebutuhan spesifik wilayah,” kata Andhie.
Sementara itu, Sekda Tuban, Budi Wiyana, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah intervensi.
“Kecamatan Semanding yang begitu padat akan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur baru hingga perluasan ruang terbuka hijau. Di sisi lain, daerah seperti Kenduruan akan kami dorong untuk pengembangan ekonomi berbasis pertanian dan UMKM agar tidak tertinggal,” jelas Budi.
Beberapa alasan mengapa Kecamatan Semanding mencatat jumlah penduduk tertinggi antara lain karena lokasinya yang strategis, berbatasan langsung dengan pusat kota Tuban sehingga menjadi area hunian favorit pekerja dan ASN.
Juga, tersedianya infrastruktur dasar yang cukup lengkap seperti sekolah, rumah sakit, dan jalur transportasi utama.
Sementara Kenduruan, yang terletak di bagian barat daya Tuban dan relatif jauh dari pusat industri serta perkotaan, belum mengalami pertumbuhan populasi yang signifikan dalam satu dekade terakhir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni