RADARTUBAN- Di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, padel sedang naik daun di kalangan anak muda.
Olahraga raket ini kini banyak diminati, bahkan beberapa selebritas dan influencer turut meramaikan tren dengan mengunggah aktivitas padel mereka di media sosial.
Padel perlahan menjadi bagian dari gaya hidup aktif sekaligus ajang hiburan yang menyenangkan.
Padel adalah olahraga raket yang sekilas mirip tenis, namun dimainkan di lapangan yang ukurannya lebih kecil dan dikelilingi dinding atau kaca.
Uniknya, dalam padel, pantulan bola ke dinding tetap dihitung sebagai bagian dari permainan, jadi permainannya terasa lebih dinamis dan seru.
Olahraga ini umumnya dimainkan oleh dua pasangan (doubles), sehingga sering jadi pilihan buat olahraga sekaligus ajang nongkrong sehat.
Olahraga ini berasal dari Meksiko, lalu booming di Spanyol, dan kini mulai mendunia, termasuk Indonesia.
Lapangan padel atau padel court kini mulai bermunculan di Jakarta, Surabaya, Bali, dan beberapa kota besar lainnya.
Padahal, olahraga ini cocok banget buat lifestyle sehat anak muda. Tapi sayangnya, di Tuban olahraga padel belum dilirik banyak orang. Kenapa?
Sejauh ini, belum ada satu pun lapangan padel di Tuban. Padahal, olahraga ini butuh court khusus dengan dinding kaca dan jaring, bukan sekadar lapangan biasa.
Di Jakarta atau Surabaya, padel court mulai bermunculan di mal, sport club, atau area privat. Sementara di Tuban? Masih nol.
Main padel memang nggak murah. Di kota besar, biaya sewa lapangan bisa sampai Rp 300 ribu–Rp 500 ribu per jam.
Raket padelnya juga nggak main-main, harganya di kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 4 juta.
Akibatnya, banyak yang mikir padel cuma olahraga kalangan elit. Padahal sebenarnya, olahraga ini bisa untuk siapa aja asal ada fasilitas dan akses yang merata.
Minimnya info juga bikin padel susah berkembang di Tuban. Banyak yang belum tahu aturan main, cara bermain, atau bahkan sekadar melihat langsung lapangannya seperti apa.
Padahal, padel bisa menjadi alternatif olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan bagi anak muda.
Kalau ada akses yang lebih mudah dan fasilitas yang terjangkau, olahraga ini bisa dinikmati siapa saja, tanpa harus ke kota besar.
Sudah saatnya Tuban ikut meramaikan tren olahraga ini. Karena olahraga itu bukan soal gaya-gayaan, tapi soal kebugaran, pertemanan, dan gaya hidup sehat yang bisa dinikmati semua kalangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni