Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jumlah ODGJ Terus Meningkat ,Pemkab Tuban Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit Jiwa

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 13 Agustus 2025 | 01:05 WIB
Jumlah ODGJ di Tuban tembus 2.111 jiwa, Pemkab siapkan rencana pendirian RSJ agar layanan rawat inap tersedia di daerah.
Jumlah ODGJ di Tuban tembus 2.111 jiwa, Pemkab siapkan rencana pendirian RSJ agar layanan rawat inap tersedia di daerah.

RADARTUBAN - Pemkab Tuban berencana membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Itu menyusul jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terus bertambah.

Berdasarkan data komulatif dari Pendamping Penyandang Disabilitas Mental (PPDM) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban, selama tiga tahun terakhir ini jumlah ODGJ mengalami penambahan cukup signifikan.

Dari total sebanyak 2.005 jiwa pada 2023, kemudian naik menjadi 2.048 jiwa pada 2024, lalu naik lagi menjadi 2.111 jiwa pada tahun ini.

Berangkat dari jumlah ODGJ yang terus bertambah tersebut, pemerintah daerah berencana membikin RSJ sendiri.

‘’Berdasarkan data yang kami terima potensi mendirikan RSJ untuk rawat inap itu memungkinkan, karena potensinya cukup besar (banyaknya jumlah ODGJ, Red),’’ kata Bupati Tuban Mas Lindra, sapaan akrab Aditya Halindra Faridzky.

Dan sebenarnya, terang Mas Lindra, RSUD dr. R. Koesma Tuban juga sudah memiliki dokter jiwa. Hanya saja, belum tersedia rawat inap. ‘’Selama ini, pasien yang memiliki disabilitas mental harus dirawat di luar kota,’’ ujarnya.

Seperti apa konsepnya? Mas Lindra menyebut, pembangunan RSJ bisa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), atau bahkan bisa menggunakan pendanaan dari pihak swasta.

‘’Kalau dari APBD memungkinkan, nanti kita akan kembangkan di rumah sakit atau puskesmas yang kita miliki. Jadi, nanti lokasinya tidak jauh dari sana,’’ bebernya.

Terkait titik lokasinya, lanjut Mas Lindra, kemungkinan menyesuaikan dengan jumlah ODGj.

Misalnya, jika jumlah ODGJ paling banyak berada di wilayah pinggiran Tuban bagian barat, maka kemungkinan ditempatkan di lokasi tersebut. Proses pemetaannya dilakukan menggunakan aplikasi pendampingan disabilitas mental (Si Adam) yang baru di-launching beberapa waktu lalu.

‘’Jadi, nanti pelayanan rawat inap untuk teman-teman disabilitas mental ini tidak harus di dekat rumah sakit, tapi bisa di puskesmas,’’ pungkasnya.

Lantas, di mana dan kapan target pendirian RSJ ini, bupati termuda sepanjang sejarah pemerintahan di Kabupaten Tuban itu belum bisa memastikan.

‘’Untuk pastinya belum bisa kami sampaikan, tapi gambaran sudah ada,’’ tandasnya. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #odgj #bupati #Mas Lindra #pemkab #rumah sakit jiwa #rsj