RADARTUBAN – Penampilan SMAN 2 Tuban dalam Tuban Specta Night Carnival 2025 mencuri perhatian.
Membawa penampilan berjudul Alap-alapan Dewi Sanggalangit, rombongan ini menampilkan atraksi khas Reog Ponorogo yang dikemas megah dan artistik.
Total ada 50 peserta yang terlibat. Tak hanya maskot, yang tak kalah mencuri perhatian adalah para siswa yang totalitas memerankan tokoh legendaris Nusantara.
Seperti Dewi Sanggalangit, Prabu Klana Sewandana, Singo Barong, Jathilan, Bujang Ganong, hingga Warok.
Semua tampil dengan kostum detail yang dibuat menyerupai karakter dalam legenda asal Ponorogo itu.
Foto-foto selengkapnya di sini...
‘’Kami ingin mengenalkan kembali budaya lokal, khususnya Reog Ponorogo, melalui kisah Dewi Sanggalangit. Legenda ini penuh makna, salah satunya tentang bagaimana seni bisa lahir dari syarat sayembara,” terang Kepala SMAN 2 Tuban Samsuri, M.Pd.
Carnival yang dibawakan siswa SMADA itu menceritakan perjalanan sayembara Dewi Sanggalangit.
Putri Raja Kediri yang cantik itu membuat syarat unik bagi para pangeran yang ingin meminangnya, yakni menampilkan pertunjukan yang belum pernah ada sebelumnya.
Prabu Klana Sewandana akhirnya mampu memenuhinya dengan menghadirkan iring-iringan penari kuda kembar dan hewan berkepala dua. Dari situlah lahir pertunjukan Reog Ponorogo.
Atraksi SMAN 2 Tuban pun diawali dengan penggambaran kecantikan Dewi Sanggalangit, diikuti adegan rebutan hati dari para pangeran, hingga momen kemenangan Prabu Klana Sewandana.
Bagian puncak ditutup dengan penampilan Reog Ponorogo yang dimainkan penuh energi di sepanjang rute karnaval.
‘’Selain hiburan, anak-anak juga belajar tentang filosofi. Nama Dewi Sanggalangit sendiri berarti menyangga langit. Itu bisa dimaknai sebagai upaya manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,” jelas Samsuri.
Suasana semakin meriah berkat musik pengiring khas Reog Ponorogo yang dimainkan mengiringi tarian sepanjang perjalanan.
Kehadiran tokoh-tokoh khas Reog dengan kostum megah dan properti lengkap—mulai topeng, sampur, hingga kuda-kudaan—menjadikan barisan SMAN 2 Tuban salah satu yang paling mencolok dalam parade budaya tersebut. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama