RADARTUBAN - Sabar, itulah jawaban semantik Pemkab Tuban atas keluhan dan kecemasan pedagang Pasar Baru Tuban menyusul kondisi bangunan pasar yang semakin memprihatinkan.
Kendati atap bangunan sudah ambruk beberapa kali, namun hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan revitalisasi.
‘’Untuk tindaklanjutnya (rencana revitalisasi, Red) masih menunggu proses kajian dan perencanaan,’’ kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Gunadi.
Disampaikan dia, runtuhnya kembali atap Pasar Sore di sisi selatan itu dipicu kondisi bangunan yang sudah lapuk, ditambah angin kencang yang melanda pesisir utara beberapa hari terakhir.
Sebenarnya, terang Gunadi, pasar di kompleks wisata Pantai Boom Tuban itu sudah tidak dioperasikan sejak 2024.
Tepatnya, pasca insiden keruntuhan atap bangunan yang pertama.
Bahkan, terang mantan kepala dinas perhubungan (dishub) itu, di beberapa titik sudah dipasangi banner imbuaan agar warga atau pedagang tidak beraktivitas di lokasi tersebut.
‘’Jika masih ada yang nekat menempati atau beroperasi di sana (Pasar Sore, Red), sebenarnya itu diluar kewenangan resmi,’’ beber dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (3/9).
Disinggung mengenai upaya relokasi pedagang Pasar Sore di tempat sementara, pejabat yang juga mantan kepala satpol-PP dan pemadam kebaran itu hanya menjawab secara diplomatis dan memberikan pernyataan tegas—bahwa pedagang yang masih berjualan di lokasi tersebut tidak mengantongi izin.
‘’Para penjual sudah lama dilarang berjualan. Dari informasi yang kami himpun, sebagian besar yang masih menempati lokasi tersebut merupakan kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS),’’ jelas dia.
Lebih lanjut dikatakan Gunadi, setelah insiden ini pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak nekat beraktivitas di kawasan Pasar Sore.
Sebab kondisi bangunannya saat ini cukup mengkhawatirkan. ‘’Imbuaan ini demi keselamatan bersama,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama