RADARTUBAN – Tujuh belas ribu lebih keluarga di Kabupaten Tuban masih tergolong miskin. Angka tersebut berdasarkan data keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).
Koordinator PKH Kabupaten Tuban Yulinda Hidayati menyampaikan, jumlah pasti KPM penerima bansos di Kota Legen sebanyak 17.179 keluarga.
Puluhan ribu keluarga itu berasal dari desil 1-5 data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) yang telah mendapatkan kartu keluarga sejahtera (KKS) tahun 2025.
Sementara ribuan lainnya masih harus menunggu penerbitan KKS dari Kementerian Sosial (Kemensos).
‘’Dari jumlah itu, yang sudah menerima KKS baru 15.646 KPM. Sementara sisanya, 1.533 KPM akan disalurkan pada termin berikutnya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dari data yang dihimpun, Kecamatan Soko menjadi wilayah dengan penerima KKS terbanyak, yakni mencapai 1.570 KPM.
Kemudian disusul Kecamatan Plumpang 1.368 KPM, Kecamatan Semanding 1.222 KPM, dan Kecamatan Bangilan 1.043 KPM. Sementara ratusan penerima lainnya tersebar di berbagai kecamatan lain.
Dinda—sapaan akrab Yulinda Hidayati—menjelaskan, bantuan tersebut akan disalurkan setiap tiga bulan sekali melalui KKS yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan bank penyalur.
‘’Kalau BPNT semuanya sama, Rp 200 ribu per bulan, sedangkan PKH menyesuaikan komponen kebutuhan KPM, seperti ibu hamil, anak usia 0-6 tahun, disabilitas berat, hingga lansia,’’ tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama