Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bertambah, Kini Delapan Siswa SMKN Tambakboyo Keracunan Usai Santap Nasi Goreng MBG

Andreyan (An) • Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:05 WIB
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo yang menangani MBG di kecamatan setempat yang tertutup rapat tanpa aktivitas, Rabu (15/10) pagi hingga
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo yang menangani MBG di kecamatan setempat yang tertutup rapat tanpa aktivitas, Rabu (15/10) pagi hingga

RADARTUBAN – Apa jadinya kalau program makan bergizi gratis (MBG) yang semestinya bikin siswa semangat belajar malah bikin mereka tumbang satu per satu?

Itulah yang terjadi di SMKN 1 Tambakboyo, Selasa (14/10).

Delapan siswa mendadak mual, pusing, bahkan sesak napas setelah menyantap jatah MBG yang hari itu menunya nasi goreng.

Tak lebih dari 24 jam, delapan siswa sekolah setempat harus dilarikan ke IGD Puskesmas Tambakboyo.

Ruang perawatan yang biasanya tenang mendadak ramai oleh seragam abu-abu biru yang meringkuk lemas di ranjang.

‘’Mayoritas siswa telah diizinkan pulang kemarin malam (Selasa, Red). Hanya satu siswa yang menjalani rawat inap dan baru diizinkan pulang pagi tadi (kemarin, Red),’’ terang Kepala Puskesmas Tambakboyo, Triani menjawab pertanyaan Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (15/10).

Dia menyampaikan, mayoritas siswa keracunan yang dirujuk ke puskesmas mengeluh mual, pusing, hingga sesak napas. Untuk penanganan, kata Triani, tim medis telah memberikan obat untuk mengatasi keluhan tersebut.

‘’Ada dua siswa yang kondisinya lemas dilakukan penanganan khusus, selain memberikan obat penghilang mual juga kami berikan terapi, setelah itu kondisnya berangsur membaik,’’ terang dokter yang menjabat sebagai Plt kepala Puskesmas Jenu itu.

Triani mengungkapkan, satu siswa sempat dirawat inap hingga Rabu pagi karena kondisinya belum stabil.

Untuk memastikan penyebab menu MBG yang meracuni, lanjut dia, pihaknya sudah mengambil sampel nasi goreng yang dikonsumsi siswa untuk diuji di Labkesda Tuban.

Dari MBG Tiba hingga Siswa Tumbang

Sementara itu, Humas SMKN 1 Tambakboyo Mashuda menerangkan, tragedi bermula ketika paket MBG tiba sekitar pukul 07.30.

Sekitar pukul 08.30 atau satu jam kemudian, nasi goreng itu dibagikan ke seluruh siswa.

Awalnya semua tampak normal. Berselang setengah jam kemudian, suasana kelas berubah panik.

Sejumlah siswa mengeluh pusing dan sakit perut. Mereka bergantian masuk ruang unit kesehatan sekolah (UKS).

Mendapati kondisi sejumlah siswanya semakin memburuk, sekolah akhirnya melarikan mereka ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penangana tim medis.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Tambakboyo, Ari Wibowo Waspodo mengatakan, penyebab keracunan masih didalami tim medis dan aparat kepolisian setempat.

Menurut dia, kasus tersebut harus jadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang.

‘’Jika memang nantinya ditemuikan adanya pelanggaran atau kelalaian dalam penyajian makanan, harusnya ada tindakan tegas,’’ tandasnya.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan di Tuban. Sebelumnya, kasus yang sama terjadi di SMK Palang.

Belum lagi kasus menu MBG berbelatung di SMA Tambakboyo, SMK Tambakboyo, SDN Sobontoro Tambakboyo, dan SDN Compreng 1 Widang.

Kasus berturut-turut di Tambakboyo setidaknya jadi alarm keras bahwa standar kebersihan dan kualitas bahan pangan dalam program ini perlu diaudit total.

Sebab, jika yang disebut bergizi justru bikin siswa sesak napas, publik patut mempertanyakan. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #nasi goreng #puskesmas #smkn tambakboyo #Mbg #keracunan #igd