RADARTUBAN – Api di kawasan PT TransPacific Petrochemical Indotama (TPPI) Jenu memang sudah padam.
Namun, bara ketakutan warga belum reda.
Ledakan yang mengguncang Kamis (16/10) lalu masih meninggalkan jejak traumatis yang tak bisa dihapus begitu saja.
Pemkab Tuban pun memberikan atensi. Fokusnya pada penyembuhan psikologis warga sekitar kawasan industri tersebut.
Itu karena warga sempat panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Bupati Tuban Mas Lindra atau Aditya Halindra Faridzky mengatakan, wajar jika masyarakat mengalami trauma.
Itu karena dalam peristiwa tersebut banyak masyarakat yang mengalami ketakutan dengan ledakan.
Karena itu, setelah insiden tersebut, pemkab dipastikan akan turun ke lapangan dan melakukan pemulihan.
‘’Di TPPI pasti ada tim medis dan psikolog, nantinya mereka ini yang akan kami gandeng (untuk trauma healing, Red),’’ ujarnya kepada awak media kemarin (17/10).
Menurut Mas Lindra, sapaan bupati, pasca kejadian, perusahaan pasti punya tanggung jawab dan solusi. Apalagi TPPI adalah perusahaan milik negara.
‘’Saya melihat langkah-langkah yang dilakukan TPPI sudah cukup baik dalam penanganan peristiwa kebakaran,’’ imbuhnya.”
Selain itu, mantan anggota DPRD Jatim itu juga menilai langkah awal TPPI dalam merespons kebakaran sudah tepat.
Salah satunya mengevakuasi warga sekitar ke tempat aman.
‘’Jadi masyarakat tidak perlu takut atau panik, perusahaan sebesar TPPI pasti sudah memiliki SOP dan bakal dilakukan dengan baik,’’ tegasnya.
Mas Lindra juga meminta warga tak perlu khawatir terhadap dampak langsung kebakaran terhadap pemukiman.
’’Perusahaan BUMN ini pasti sudah merencanakan dengan baik terkait keamanan fasilitas perusahaan,’’ tandasnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama