RADARTUBAN – Honorer R4 yang nasibnya masih digantung akhirnya punya pelabuhan baru. Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) siap menampung mereka.
BUMD ini bakal buka lini usaha baru, penyedia tenaga kerja alias outsourcing.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memastikan, RSM sudah bersiap diri.
Nantinya, tenaga honorer non-database BKN yang selama ini mengabdi di lingkungan Pemkab Tuban akan dialihkan ke bawah kendali RSM.
‘’BUMD itu nanti akan dikerjasamakan dengan pemkab, jadi uangnya tetap muter di daerah,’’ terang bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu.
Langkah ini jadi jawaban atas kontrak kerja honorer yang bakal habis per Desember mendatang.
Mulai Januari 2026, mereka resmi kerja di bawah skema alih daya lewat RSM.
‘’RSM sudah siap menampung mereka, tinggal menunggu tahapan selanjutnya,’’ imbuhnya.
Sambil menyiapkan masa transisi, RSM juga tengah bersih-bersih manajemen. Kursi direktur definitif segera dilelang terbuka.
‘’Untuk pengisian nanti dilakukan secara terbuka,’’ jelas mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.
Targetnya, seleksi direksi baru rampung sebelum akhir tahun.
Setelah itu, manajemen anyar RSM bisa fokus ngurusi tenaga alih daya dari kalangan honorer.
Pemkab tak ingin mereka kehilangan pekerjaan gara-gara kebijakan penghapusan tenaga honorer.
Posisi yang bakal diisi juga jelas: sopir, petugas kebersihan, penjaga kantor, hingga pemungut retribusi.
‘’Mereka ini (honorer, Red) tetap akan menjadi prioritas utama,’’ tegas Mas Lindra. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama