Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bupati Tuban Mas Lindra Akui Belum Temukan Lokasi untuk Rumah Singgah Warga Tuban di Surabaya. Apa Penyebabnya?

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 23 Oktober 2025 | 23:10 WIB

 

Pemkab Tuban menargetkan rumah singgah warga di Surabaya baru bisa terwujud pada 2026
Pemkab Tuban menargetkan rumah singgah warga di Surabaya baru bisa terwujud pada 2026

RADARTUBAN – Harapan warga Tuban untuk segera memiliki rumah singgah di Surabaya bagi keluarga pasien RSUD dr. Soetomo tampaknya masih butuh kesabaran panjang.

Hingga kini, program yang digadang-gadang bakal jadi “tempat bernaung” warga sakit di perantauan itu belum juga jalan.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengakui, kendalanya terletak pada satu hal mendasar: belum ada lokasi yang cocok.

“Karena pemkab tidak memiliki aset di Surabaya, maka terpaksa harus mencari sewaan. Dalam proses penentuan lokasi, pemkab pun harus mempertimbangkan harga dan lain sebagainya. Karena kita harus menyesuaikan harga satuannya dan sebagainya harus disesuaikan dulu,” terang Mas Lindra, sapaan akrab bupati Aditya Halindra Faridzky.

Artinya, proyek rumah singgah ini belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemkab Tuban masih berkutat di tahap pencarian tempat, perhitungan biaya, dan kelayakan.

“Kalau nanti ketemu lokasi yang ideal, baru diputuskan. Kalau memungkinkan, nanti juga kita akan mencari lahan di sana,” tutur bupati dua periode itu.

Targetnya, program rumah singgah ini bisa mulai terealisasi paling cepat pada 2026.

“Nanti semua akan tetap jadi di 2026,” tegasnya di hadapan awak media.

Rumah singgah tersebut nantinya diproyeksikan untuk memudahkan warga Tuban yang berobat ke Surabaya, agar tidak perlu bolak-balik Tuban–Surabaya.

Cukup tinggal sementara di sana agar bisa fokus pada proses pengobatan.

Muncul dari Aspirasi Buruh

Gagasan ini awalnya muncul dari aspirasi buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada Hari Buruh 1 Mei lalu.

Mereka mendesak pemerintah menyediakan tempat singgah untuk keluarga pasien asal Tuban yang dirawat di RSUD dr. Soetomo.

Desakan serupa juga datang dari mahasiswa PMII Tuban serta warga yang pernah mengalami kesulitan mencari tempat tinggal selama mendampingi keluarga berobat di Surabaya.

Bahkan dalam rapat paripurna DPRD Tuban Jumat (17/10) lalu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menagih janji tersebut.

“Program ini harus berjalan di APBD 2026,” tegas Ketua Fraksi PKB DPRD Tuban Mukson.

Mas Lindra Memilih Langkah Realistis

Sinyal politiknya jelas: publik menagih janji, DPRD menekan, dan pemkab masih berhitung.

Di tengah desakan itu, Bupati Tuban Mas Lindra tampak memilih langkah realistis—tak mau gegabah, tapi juga tak mau sekadar janji manis.

Bagi warga Tuban yang sering ke RSUD dr. Soetomo, rumah singgah bukan lagi sekadar proyek sosial, tapi kebutuhan nyata.

Pertanyaannya kini tinggal satu: berapa lama lagi warga harus menunggu, sebelum janji itu betul-betul jadi bangunan nyata di Surabaya? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#rumah singgah #Pemkab Tuban #Bupati Tuban #Mas Lindra #RSUD Dr. Soetomo #Aditya Halindra Faridzky #Warga Tuban #surabaya