Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Motor Brebet Massal Usai Isi Pertalite, Warga Tuban Panik dan 'Dipaksa' Beli Pertamax

Andreyan (An) • Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:05 WIB
Situasi SPBU Sleko Jalan Pahlawan Tuban kemarin (27/10), masih tampak ramai di tengah persoalan BBM jenis pertalite yang bikin kendaraan bermotor brebet massal.
Situasi SPBU Sleko Jalan Pahlawan Tuban kemarin (27/10), masih tampak ramai di tengah persoalan BBM jenis pertalite yang bikin kendaraan bermotor brebet massal.

RADARTUBAN – Pemilik kendaraan bermotor di Tuban dibuat waswas.

Tiga hari terakhir, banyak sepeda motor mendadak brebet dan masuk bengkel setelah mengisi pertalite. Akibatnya, sebagian masyarakat beralih mengisi tangki motornya dengan pertamax.

Fenomena itu terasa di SPBU 54.623.05 Sleko, Jalan Pahlawan Tuban. Sejak dua hari terakhir, antrean di dispenser BBM warna merah makin panjang.

Sementara, dispenser BBM hijau alias pertalite justru sepi.

“Hari ini permintaan pertamax meningkat drastis, belum mengecek secara detail namun diperkirakan naik sekitar 20–30 persen,” ujar admin SPBU Sleko, Johan Wahyudi, kemarin (27/10).

Dia memastikan, stok pertalite di SPBU-nya aman. Tidak ada campuran air seperti isu yang ramai di media sosial.

“Saya pastikan tidak ada campuran air, baik warna maupun kualitas tidak ada bedanya dengan hari-hari sebelumnya. Hanya saja, baunya memang lebih menyengat,” tegasnya.

Namun demikian, Johan mengakui bahwa keluhan motor brebet tak hanya terjadi di Tuban.

“Lamongan dan Bojonegoro juga banyak laporan serupa. Kami sudah kirim sampel pertalite ke Pertamina untuk pemeriksaan,” jelasnya.

SPBU Sleko kini jadi satu-satunya SPBU di Tuban yang ditunjuk Pertamina membuka posko pengaduan.

“Hari ini baru satu aduan yang masuk,” kata Johan.

Soal kompensasi untuk warga, ia belum bisa memastikan.

“Belum tahu apakah ada kompensasi. Yang jelas, keluhan dan bukti kerusakan kami laporkan ke pimpinan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Gunadi mengaku prihatin.

“Informasi yang saya dapat, sampling dari pertalite yang diduga bermasalah sudah diambil Pertamina untuk dicek di laboratorium,” ujarnya.

Gunadi berharap hasil uji laboratorium segera keluar.

“Semoga bisa jadi bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke masyarakat,” katanya. Mantan kepala Satpol PP itu juga memastikan, pengawasan terhadap SPBU bakal diperketat. “Kami akan cek langsung ke lapangan,” tegasnya.

Dari pihak kepolisian, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander memastikan ikut turun tangan.

“Kita lakukan pengecekan langsung ke SPBU-SPBU dan ambil sampel. Kami juga sidak untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat BBM berkualitas buruk,” bebernya.

Dia berharap, persoalan BBM segera tuntas.(an/ds)

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#posko pengaduan #SPBU #sleko #pertalite #pertamax