Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Konsumen Pertalite di Tuban Keluhkan Mesin Motor Brebet, Puluhan Lapor ke SPBU Sleko Berharap Ada Kompensasi

Andreyan (An) • Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:10 WIB
KORBAN PERTALITE: Pos pelayanan pengaduan konsumen di SPBU Sleko Tuban dipadati masyarakat yang kendaraannya terdampak BBM pertalite, kemarin (28/10).
KORBAN PERTALITE: Pos pelayanan pengaduan konsumen di SPBU Sleko Tuban dipadati masyarakat yang kendaraannya terdampak BBM pertalite, kemarin (28/10).

RADARTUBAN – Pos pelayanan pengaduan konsumen di SPBU Sleko dipadati masyarakat yang menjadi korban BBM pertalite, kemarin (20/10).

Puluhan laporan masuk di meja admin pengaduan dalam dua hari terakhir atau sejak layanan tersebut dibuka pada Senin (27/10).

Admin SPBU 54.623.05 Sleko Tuban Johan Wahyudi membenarkan hal tersebut.

Diungkapkan Johan, sejak dibuka layanan pengaduan, pihaknya mengakui kewalahan memerima banyaknya laporan masuk dari masyarakat.

Sejak pos layanan dibuka mulai pukul 08.00-16.00 dalam dua hari terakhir, Johan sulit beranjak dari kursinya.

Bahkan untuk sekadar istirahar pun tidak sempat lantaran saking banyaknya masyarakat yang mengadukan masalah mesin kendaraannya yang brebet setelah mengisi BBM pertalite.

"Hingga hari ini (kemarin, Red) dari pagi sampai sore cukup ramai konsumen melapor, tercatat ada sekitar 55 laporan masuk dengan keluhan kendaran yang mayoritas hampir sama,’’ beber dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dijelaskan pria 33 tahun itu, keluhan kendaraan didominasi dengan ciri mesin brebet setelah sepeda motornya diisi dengan BBM pertalite pada hari Jumat- Minggu lalu.

"Ada yang sampai harus menguras tangki yang berisi pertalite hingga ganti busi, rata-rata kerugian yang dialami konsumen mencapai Rp 400 hingga Rp 500 ribu,’’ ungkapnya.

Pos layanan pengaduan di SPBU Sleko masih akan dibuka hingga hari ini, Rabu (29/10) sesuai dengan petunjuk dari Pertamina, bahwa khusus wilayah Kabupaten Tuban layanan aduan dipusatkan di SPBU tersebut.

Disinggung mengenai kompensasi yang akan diterima konsumen yang mengadukan laporan kerusakan mesin akibat BBM pertalite, Johan belum bisa memastikan hal tersebut.

"Kami menunggu arahan dari Pertamina, yang jelas aduan ini akan kami teruskan pada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti,’’ tegas dia.

Sementara itu, Ahmad salah satu warga asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban salah satu korban BBM pertalite yang melayangkan aduannya menuturkan, dirinya berharap setelah ini ada kompensasi yang diberikan atas peristiwa ini.

"Harusnya ada kompensasi, banyak masyarakat yang dirugikan akibat BBM pertalite ini,’’ ujar dia saat ditemui wartawan koran ini selepas keluar dari ruangan pos pengaduan.

Terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, menindaklanjuti aduan dari masyarakat pihaknya masih menunggu hasil pengujian dari laboratorium terhadap sampel produk pertalite dari Fuel Terminal Tuban.

"Masih menunggu hasilnya keluar setelah ini akan dilakukan pengkajian sebelum mengambil langkah selanjutnya,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Pos Pelayanan Pengaduan #BBM Pertalite #SPBU Sleko #brebet