Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Warga Tuban Desak Pertamina Beri Ganti Rugi atas Kerusakan Kendaraan Usai Mengisi Pertalite

Andreyan (An) • Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:35 WIB
Warga keluhkan rusaknya kendaraan setelah isi pertalite, sementara Pertamina belum beri kepastian soal kompensasi.
Warga keluhkan rusaknya kendaraan setelah isi pertalite, sementara Pertamina belum beri kepastian soal kompensasi.

RADARTUBAN – Sejumlah warga mempertanyakan maksud dibukanya pos pelayanan dan pengaduan konsumen terdampak BBM jenis pertalite yang diduga bercampur air.

Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kepastian kompensasi atau ganti rugi atas kerusakan kendaraan dari pihak Pertamina.

"Kami disuruh lapor, tapi tidak ada kejelasan ganti rugi atas kendaraan kami yang rusak. Terus buat apa lapor,’’ kata Widodo, salah satu warga usai menyerviskan kendaraannya yang brebet setelah mengisi pertalite.

Ditegaskan Widodo, banyaknya kendaraan yang brebet setelah mengisi pertalite merupakan fakta yang dialami sebagian masyarakat Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan kabupaten-kabupaten lain. Artinya, ada ketidakberesan dengan BBM jenis pertalite ini.

"Kalau hanya satu-dua kendaraan yang brebet, mungkin Pertamina bisa berdalih—masalahnya tidak dari Pertamina, tapi dari sepedanya sendiri. Tapi ini korbannya sangat-sangat banyak. Untuk itu, Pertamina wajib bertanggung jawab dan mengganti biaya servis kendaraan yang sudah kami keluarkan,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Widodo menyampaikan, jika nanti sudah ada kepastian dari Pertamina terkait ganti rugi atas kelalaian pertalite yang diduga bercampur air tersebut, dirinya akan langsung mengklaimkan kwitansi biaya servis ke posko aduan.

"Kwitansi biaya servis masih saya simpan. Saya masih menunggu kepastian dari Pertamina, yang semestinya memang harus ada ganti rugi untuk warga yang kendaraannya rusak,’’ tandasnya.

Senada diungkapkan Azlan, kwitansi biaya servis kendaraannya yang rusak akibat mengisi pertalite juga masih disimpan.

Dia berharap pihak Pertamina bertanggung jawab dan memberikan kompensasi untuk masyarakat.

"Semoga hasil uji lab-nya bisa transparan. Kalau memang kesalahannya dari Pertamina, maka Pertamina harus bertanggung jawab,’’ tegasnya.

Menanggapi tuntutan masyarakat terkait kompensasi, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan bahwa pihaknya masih fokus menunggu hasil uji laboratorium pada sampel BBM yang terindikasi menyebabkan kendaraan mbrebet massal.

"Kompensasi secara terukur menjadi bagian tindak lanjut pasca laporan dan pengujian sampel di tangki BBM kendaraan para pelanggan. Untuk saat ini, pengujian di laboratorium masih berlangsung,’’ bebernya yang seakan mengisyaratkan belum ada kepastian ihwal kompensasi yang akan diterima para pelapor.

Lebih lanjut, pihak Pertamina juga belum bisa memastikan mengenai tenggat waktu uji laboratorium sampel BBM pertalite. Ahad menjelaskan, jika pengujian sampel produk BBM terus bertambah hingga kemarin.

"Keluhan terus meluas, tak hanya sampel dari SPBU yang diujikan namun juga sampel dari tangki kendaraan pelapor,’’ katanya.

Sementara itu, untuk menindaklanjuti potensi keterlambatan stok di beberapa SPBU, termasuk wilayah Tuban, Pertamina sudah mengantisipasi secara dini.

"Kami sudah mengajukan permintaan pengiriman lebih awal,’’ tandas Ahad. (an/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bbm #Tuban #servis kendaraan #pertamina #ganti rugi #pertalite