RADARTUBAN – Desakan agar kursi Direktur Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) segera terisi akhirnya mendapat jawaban tegas dari orang nomor satu di Bumi Wali.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memastikan proses lelang jabatan itu tinggal menunggu “tombol start” dari panitia seleksi (pansel). Irama kalimatnya lugas: tinggal menunggu waktu.
“Saat ini sedang berproses oleh tim pansel, dan nanti tinggal diumumkan. Tinggal kita tunggu hasilnya dalam waktu dekat,’’ ujar Mas Lindra, sapaan akrab bupati muda tersebut.
Pemerintah kabupaten, lewat pansel, disebut Bupati Tuban Mas Lindra sudah merampungkan seluruh tahapan teknis.
Mulai penjadwalan, sistem seleksi, hingga detil kualifikasi calon direktur yang akan memimpin BUMD strategis itu. Semua dibuat rapi agar proses ini tidak menyisakan ruang spekulasi.
“Syarat-syaratnya apa saja itu sudah ada dalam AD/ART, tinggal nanti diumumkan saja, dan dipersilahkan bagi yang ingin mendaftarkan diri,’’ tutur bupati dua periode itu.
Baca Juga: Jabatan Direktur BUMD RSM Tuban Akan Segera Diisi, Dari Kalangan Profesional?
Dibuka Akhir Tahun, Fokus Jaga Layanan Publik Tetap Jalan
Mas Lindra menegaskan bahwa waktu pelaksanaan bukan tanpa pertimbangan.
Orang nomor satu di Pemkab Tuban itu ingin seluruh proses dimulai di penghujung tahun, masa yang dipilih agar ritme pelayanan pemkab tidak tersendat.
“Karena memang semuanya akan difokuskan di akhir tahun agar pelayanan tidak terganggu,’’ jelas mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut.
Harapannya sederhana namun strategis: begitu kursi direksi terisi, RSM bisa tancap gas memperkuat kinerja sekaligus kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Tahun depan target pendapatan Tuban naik, sehingga setiap BUMD dituntut bekerja lebih tajam.
“Jadi kami fokus untuk penggalian PAD dari semua sektor,’’ tegasnya.
RSM Disiapkan Garap Outsourcing Pemkab Mulai 2026
Salah satu proyek besar yang menanti direksi baru RSM adalah rencana perusahaan ini menjadi penyedia tenaga outsourcing di 2026.
Nantinya, pegawai honorer yang dialihkan setelah Desember bakal berada di bawah naungan BUMD tersebut. Selanjutnya, mereka akan disalurkan ke instansi pemerintah sesuai kebutuhan masing-masing dinas.
“BUMD itu nanti akan dikerjasamakan dengan pemkab, jadi uangnya tetap muter di daerah,’’ pungkasnya.
Dengan nada optimistis namun terukur, Mas Lindra ingin RSM tidak sekadar menjadi BUMD yang berjalan administratif, tetapi instrumen nyata untuk menggerakkan ekonomi daerah, menjaga perputaran dana, dan memperkuat fondasi PAD. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni