Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fenomena Hotel Merah Putih, Musala SPBU Pertamina di Tuban Jadi Tempat Istirahat Gratis Musafir

Yudha Satria Aditama • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:03 WIB

Situasi SPBU Sleko Jalan Pahlawan Tuban kemarin (27/10), masih tampak ramai di tengah persoalan BBM jenis pertalite yang bikin kendaraan bermotor brebet massal.
Situasi SPBU Sleko Jalan Pahlawan Tuban kemarin (27/10), masih tampak ramai di tengah persoalan BBM jenis pertalite yang bikin kendaraan bermotor brebet massal.

RADARTUBAN – Di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), ada satu fasilitas unik yang kerap menjadi sorotan para musafir: Hotel Merah Putih.

Julukan itu merujuk pada musala SPBU yang menyediakan ruangan cukup lapang dan sering dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat, bahkan menginap gratis bagi pelancong yang kelelahan.

Fenomena “hotel” tanpa tarif ini sudah lama dikenal para pengendara jarak jauh.

Musala yang berada di kawasan SPBU menjadi tempat singgah favorit karena dianggap aman, bersih, dan mudah dijangkau.

Baca Juga: Pertamina Masuki Tahap Penentuan FID Kilang Tuban, Keputusan Final Desember 2025

Tempat Aman untuk Rehat di Perjalanan Panjang

Sebagian besar musafir mengandalkan musala SPBU sebagai tempat melepas lelah setelah menempuh perjalanan belasan hingga puluhan jam. Area ibadah tersebut umumnya terang, memiliki tempat wudu, dan berada dekat petugas sehingga relatif aman.

“Kalau perjalanan malam dan mulai ngantuk, saya lebih memilih berhenti di musala SPBU. Bisa salat, cuci muka, dan tidur sejenak tanpa dipungut biaya,” kata Fajar, pengendara asal Lamongan yang sering melintasi jalur Pantura Tuban.

Gratis dan Terbuka untuk Siapa Saja

Keistimewaan “Hotel Merah Putih” adalah aksesnya yang gratis.

Tidak ada pungutan biaya dan tidak ada aturan yang melarang musafir tidur sejenak, sepanjang tetap menjaga kebersihan serta menghormati aktivitas ibadah.

Beberapa SPBU bahkan menyediakan karpet tebal, kipas angin, hingga colokan listrik, membuat ruang musala semakin layak dijadikan tempat beristirahat.

Tak hanya itu, tambahan kamera closed circuit television (CCTV) di musala SPBU juga menambah rasa aman para penghuni hotel merah putih tersebut.

Alternatif bagi Pelancong dengan Budget Terbatas

Bagi pelancong backpacker, fasilitas musala SPBU menjadi penyelamat ketika biaya perjalanan perlu ditekan.

Selain menghemat pengeluaran, musala SPBU memberikan rasa aman karena berada dalam area yang aktif selama 24 jam.

“Daripada memaksakan perjalanan dalam kondisi mengantuk, lebih baik istirahat walau hanya dua jam. Musala SPBU sangat membantu,” ujar Mustakim, mahasiswa yang sering bepergian lintas kota menggunakan sepeda motor.

Tetap Jaga Etika

Kendati memberi manfaat besar, para musafir diimbau untuk menjaga kebersihan dan tidak mengganggu jamaah yang akan beribadah.

Menggunakan musala sebagai tempat tidur adalah toleransi sosial, bukan fungsi utama tempat tersebut.

Fenomena Hotel Merah Putih ini menunjukkan bahwa ruang publik yang sederhana dapat menjadi penopang keselamatan pemudik dan pelancong.

Selama digunakan dengan bijak, musala SPBU tetap menjadi sahabat setia para musafir di jalanan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #hotel merah putih #SPBU #musafir #sleko