Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

RW 05 Kelurahan Kebonsari Raih Penghargaan Proklim Utama Tingkat Nasional, Kerja Sunyi Warga Berbuah Prestasi

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:33 WIB
Lurah Kebonsari Arisman (tengah) menerima penghargaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Lurah Kebonsari Arisman (tengah) menerima penghargaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup.

 

RADARTUBAN – Kerja keras Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban mengawal pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup akhirnya berbuah manis.

Langkah pelan namun konsisten warga RW 05 Kelurahan Kebonsari menuai pengakuan nasional.

Senin (1/12), kawasan yang terdiri dari RT 1, RT 2, dan RT 3 itu resmi menerima Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurrofiq di Hotel Grand Sahid Jakarta dan diterima Lurah Kebonsari, Arisman.

Di hadapan para penerima penghargaan dari berbagai daerah di Indonesia, sang menteri menegaskan bahwa predikat Proklim bukan sekadar seremoni.

“Karena yang kita kehendaki bukan hanya penghargaan, tetapi aksi nyata yang benar-benar menurunkan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan masyarakat,” pesannya.

Pesan itu tepat menggambarkan perjalanan RW 05. Bertahun-tahun mereka bergerak dari hal sederhana—mengolah sampah, merawat ruang hijau, hingga membangun pola hidup baru—yang perlahan membentuk budaya ekologis tingkat kampung.

Baca Juga: PKL Kebonsari Wadul ke DPRD Tuban, Minta Shuttle Wisata Dihentikan

Kinerja Lapangan yang Tidak Bisa Dipalsukan

Kepala DLHP Tuban, Anthon Tri Laksono, menyebut penganugerahan Proklim 2025 sebagai bentuk validasi atas kerja komunitas yang sungguh-sungguh menjaga lingkungan.

Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kebonsari bukan hanya kompak, tetapi juga mampu menunjukan aksi mitigasi dan adaptasi iklim secara terukur.

“Perolehan penghargaan proklim ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat begitu besar kepeduliannya terhadap lingkungan… aksi-aksi yang telah dijalankan bisa terus dipertahankan dan berkembang lebih baik lagi,” tegas Anthon.

DLHP memastikan pendampingan tidak berhenti di sini. Mereka akan terus mengawal wilayah lain agar terdorong mengikuti jejak RW 05.

“Semoga capaian RW 05 Kelurahan Kebonsari bisa menginspirasi wilayah lain untuk fastabiqul khoirot,” lanjutnya.

Maggot, Energi Terbarukan, dan Konservasi: Senjata RW 05

RW 05 Kebonsari bukan sekadar berbenah, tetapi membangun sistem. Mereka mengolah sampah organik menggunakan maggot hingga menghasilkan manfaat ekonomi dan menekan emisi gas rumah kaca.

Selain itu, sejumlah aksi lingkungan berjalan simultan: 

Serangkaian aksi itu diverifikasi langsung oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup sebelum RW 05 dinyatakan layak meraih Trophy Proklim Kategori Utama, menyisihkan ratusan kandidat lain dari seluruh Indonesia.

Penghargaan ini memang hanya satu trofi. Tetapi di Kebonsari, trofi itu adalah bukti bahwa kerja sunyi warga kampung tetap punya tempat di panggung nasional.

Dan lebih dari itu, menjadi tanda bahwa perubahan besar bisa dimulai dari halaman rumah sendiri. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #proklim #DLHP #Arisman #Penghargaan Proklim Utama #RW 05 Kelurahan Kebonsari #kebonsari #Program Kampung Iklim