RADARTUBAN – Nasib tragis menimpa rombongan satu keluarga asal Kota Surabaya saat melintas di jalan pantai utara (pantura) wilayah Kabupaten Tuban, kemarin (22/12).
Kebersamaan keluarga kecil di atas sepeda motor itu seketika berubah menjadi tragedi kelam.
Sepeda motor matik nopol L2547ACD berpenumpang ayah, ibu, dan seorang anak usia 6 tahun itu terlibat kecelakaan maut dengan truk tronton di jalan raya Tuban-Bancar, persisnya di Simpang Empat Pelabuhan Semen Indonesia, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu.
Motor keluarga itu ringsek parah. Ali Wahyudi, 40, sang ayah terlempar.
Sedangkan Sugiyarti, 38, sang ibu tersungkur ke aspal.
Keduanya merintih menahan sakit. Sementara itu, tubuh sang anak, Moch. Nur Zafri Al Yusuf, 6, telentang dengan darah menggenang di aspal.
Nahas, nyawa bocah TK itu melayang sebelum mendapat pertolongan medis.
Pengendara yang melintas tempat kejadian perkara hanya bisa terdiam, menutupi wajah seakan tak sanggup melihat kondisi korban.
Pasca insiden tersebut, petugas Satlantas Polres Tuban langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara ketiga korban dievakuasi menuju RSUD dr. R Koesma Tuban.
‘’Dua korban dewasa mengalami luka ringan, sementara satu korban berusia 6 tahun meninggal dunia di tempat. Sopir truk tronton kami amankan untuk pemeriksaan lanjutan,’’ ungkap Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban Iptu Eko Sulistiono saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.
Eko mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan hasil olah TKP, pihaknya menduga kecelakaan disebabkan karena faktor kelalaian.
‘’Diduga pengemudi truk tronton saat berbelok tidak memerhatikan lalu lintas dari arah depan,’’ kata dia.
Kronologi kecelakaan tersebut, terang dia, bermula ketika truk tronton nopol S 9968 UH yang dikemudikan Irfan Zamrudi, 49, warga Kabupaten Tuban melaju dari barat menuju timur.
Saat melewati Simpang Empat Pelabuhan Semen Indonesia, kendaraan bermaksud belok ke kanan menuju pelabuhan.
Nahas, dari arah berlawanan melintas sepeda motor yang berpenumpang keluarga asal Kota Surabaya itu. Benturan antarkedua kendaraan tak terhindarkan.
Disinggung dugaan pengaruh minuman keras atau obat-obat terlarang yang dikonsumsi pengemudi truk tronton, Eko menegaskan jika hasil pemeriksaan terhadap sopir mengungkap negatif alkohol dan narkotika.
‘’Hasilnya negatif, meski demikian sopir harus bertanggung jawab dengan tindakan yang telah diperbuat,’’ tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama