Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antrean Mengular, Jam Praktik Molor, Pelayanan Poli Penyakit Dalam RSUD Ali Manshur Jatirogo Dikeluhkan

Andreyan (An) • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:33 WIB
Ilustrasi dokter
Ilustrasi dokter

RADARTUBAN – Harapan pasien untuk mendapat layanan medis tepat waktu justru berujung pada kekecewaan.

Sistem pelayanan Poli Penyakit Dalam RSUD Ali Manshur Jatirogo, Tuban menjadi sorotan setelah sejumlah pasien mengeluhkan keterlambatan dokter yang dinilai kerap terjadi dan seolah berulang tanpa evaluasi serius.

Kejadian itu kembali terulang pada Sabtu (27/12). Sejak sebelum jam praktik dibuka, puluhan pasien telah memadati ruang tunggu.

Baca Juga: RSUD Ali Mansur Jatirogo Tambah Lantai Kelima, Siapkan Ruang Operasi Sendiri

Namun hingga lebih dari satu jam berlalu, dokter yang dijadwalkan bertugas tak kunjung hadir. Antrean mengular, kesabaran menipis.

Datang Lebih Awal, Menunggu Tanpa Kepastian

Salah satu pasien, Minanurochim, mengaku tiba sebelum jam operasional poli dimulai. Ia berharap bisa segera diperiksa. Kenyataannya, waktu terus berjalan tanpa kejelasan.

“Saya datang sebelum jam paktek mulai yakni pukul 11, tapi sampai jam 12.00 lebih dokter tak kunjung datang,” keluh Minanurochim kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Warga Desa Paseyan itu menuturkan, pengalaman tak menyenangkan tersebut bukan kali pertama. Dalam sepekan terakhir, ia mengaku sudah dua kali mengalami hal serupa.

Jadwal Berubah, Pelayanan Tak Menentu

Pada Rabu (24/12), Minanurochim kembali mendatangi poli penyakit dalam. Alih-alih mendapat pelayanan, ia justru diminta datang di hari lain.

“Saya disuruh datang lagi periksa hari Sabtu, padahal jelas-jelas dijadwal biasanya Rabu buka,” bebernya.

Ketidakpastian ini membuatnya memilih menuangkan keluhan secara tertulis ke dalam kotak saran rumah sakit.

Bukan hanya karena dirinya merasa dirugikan, tetapi juga karena empati terhadap pasien lain yang kondisinya lebih rentan.

Pasien Lansia Menunggu, Keluhan Makin Tajam

Minanurochim mengaku hatinya teriris melihat sejumlah pasien lanjut usia harus duduk berlama-lama di ruang tunggu tanpa kepastian kapan akan diperiksa.

“Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, imbasnya akan sangat besar terhadap pasien yang memang memerlukan penanganan sesegera mungkin namun malah harus menunggu lama,” jelasnya.

Ia bahkan mengaku terkejut mendengar pengakuan pasien lain yang menyebut keterlambatan dokter sudah menjadi hal biasa.

“Mereka dibayar tapi malah seakan semena-mena melayani masyarakat,” tegasnya.

Keluhan Serupa dari Pasien Lain

Keluhan tidak berhenti di satu suara. Tambah, pasien asal Desa Dingil, merasakan pengalaman hampir serupa. Ia menilai jam operasional poli penyakit dalam kerap tidak sesuai jadwal.

“Sudah tahu pasien yang berobat banyak, antrean juga panjang tapi malah datangnya terlambat,” ujarnya.

Pria paruh baya itu mengaku sudah beberapa kali mengalami kondisi serupa. Namun sebagai pasien, ia merasa tidak memiliki banyak pilihan.

“Hanya bisa berharap, semoga keluhan ini didengar dan bisa segera dievaluasi,” harapnya.

Manajemen Belum Beri Penjelasan

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen rumah sakit pelat merah itu belum memberikan klarifikasi resmi.

Saat dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan singkat, Direktur RSUD Ali Manshur Jatirogo, Roikan, belum memberikan keterangan apa pun terkait keluhan para pasien.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang pengawasan internal dan komitmen pelayanan publik di sektor kesehatan.

Bagi pasien, waktu bukan sekadar angka di jam dinding—tetapi soal rasa aman, harapan sembuh, dan hak untuk dilayani secara manusiawi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #layanan medis #Dokter Poli Penyakit Dalam #antrean mengular #RSUD Ali Manshur Jatirogo