Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Chikungunya Diduga Menyebar di Montong Tuban, Puluhan Warga Dusun Ngemplak Alami Nyeri Sendi

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 4 Januari 2026 | 17:00 WIB
Nyamuk chikungunya.
Nyamuk chikungunya.

RADARTUBAN - Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus chikungunya dilaporkan menyebar di wilayah Kecamatan Montong.

Dalam dua pekan terakhir, puluhan warga Dusun Ngemplak, Desa Jetak, mengalami keluhan nyeri sendi hebat yang memicu kekhawatiran meluasnya penularan.

Keluhan tersebut mulai dirasakan warga sejak pertengahan Desember.

Berdasarkan pengakuan warga setempat, penyebaran penyakit berlangsung secara bertahap dari satu wilayah ke wilayah lain.

Jika sebelumnya hanya terjadi di satu rukun tetangga (RT), memasuki awal Januari kasus serupa mulai muncul di RT sekitar.

Ila Aulia, inisial salah satu warga terdampak, mengungkapkan gejala yang dialaminya sejak Rabu (31/12).

Dia menyebut serangan nyeri datang secara mendadak dan langsung mengganggu aktivitas.

‘’Gejalanya panas dingin dan tiba-tiba seluruh sendi terasa nyeri. Bahkan, untuk berjalan saja saya kesusahan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Ila, demam dan nyeri sendi muncul bersamaan dan membuat penderitanya tidak berdaya dalam waktu singkat.

Kondisi di Dusun Ngemplak saat ini dinilai memprihatinkan. Diperkirakan lebih dari 20 warga mengalami gejala serupa dalam dua minggu terakhir.

Warga menilai penyebaran berlangsung cepat, mengingat penyakit tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk.

‘’Banyak sekali yang kena, bisa lebih dari 20 orang. Minggu lalu menyerang RT sebelah, lalu minggu ini mulai banyak yang kena di lingkungan RT saya,” tambahnya.

Di tengah meningkatnya jumlah warga yang mengalami keluhan nyeri sendi, hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan di lapangan.

Warga mengaku belum melihat upaya pencegahan seperti fogging atau tindakan serupa.

‘’Belum ada penanganan sama sekali. Tentunya ada kekhawatiran dari kami, awal-awal pas belum tahu kena virus itu benar-benar tidak bisa jalan karena gejalanya terlalu mendadak, dan takut juga malah semakin menyebar keseluruh warga dusun,” terang perempuan tersebut.

Keluhan serupa disampaikan Ayu Mufidatul Azizah. Dia mengaku mulai merasakan nyeri sendi hebat setelah gejala lebih dulu dialami oleh anggota keluarganya. Penularan kemudian terjadi pada orang-orang terdekat.

‘’Bangun tidur rasanya langsung pegal-pegal, badan juga panas dingin. Setelah itu pergelangan kaki rasanya susah ditekuk,” paparnya.

Ayu menyebutkan, gejala mulai muncul sejak pergantian tahun. Sebelumnya, dia masih menjalankan aktivitas seperti biasa hingga akhirnya merasakan gangguan pada persendian.

‘’Waktu kerja dan pada di jam salat kok lutut saya tiba-tiba tidak bisa ditekuk,” terangnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis kemarin pukul 17.00, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Roikan belum memberikan pernyataan terkait laporan nyeri sendi massal di Kecamatan Montong.

Saat didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak dapat ditemui.

Pertanyaan tertulis yang dikirim wartawan media ini melalui WhatsApp-nya juga belum mendapat jawaban. Pesan tersebut tercatat telah dibaca. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #desa jetak #Chikungunya #montong #dinkes