Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sepanjang 2025, BMKG Catat 13 Kali Gempa Guncang Kabupaten Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi

RADARTUBAN -Kabupaten Tuban tidak sepenuhnya tenang sepanjang 2025.

Meski tidak berada tepat di jalur utama Lempeng Sunda, wilayah yang dijuluki Bumi Ronggolawe itu tetap menerima dampak aktivitas tektonik di sekitarnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, selama 2025 tercatat 13 kali gempa bumi mengguncang wilayah pesisir pantai utara Jawa tersebut. Intensitas dan kedalamannya bervariasi.

Kepala BMKG Tuban Muhammad Nur menjelaskan, sebagian besar gempa yang terjadi termasuk kategori dangkal.

Kedalaman pusat gempa rata-rata berada pada kisaran 10 kilometer hingga 60 kilometer. Adapun kekuatannya berkisar antara 2,0 hingga 3,2 skala Richter.

Menurut Nur, gempa di Tuban bukan disebabkan oleh posisi wilayah itu yang berada di atas Lempeng Sunda, melainkan karena pengaruh aktivitas tektonik di daerah sekitar.

Kedekatan Tuban dengan wilayah Bawean dan Muria membuatnya rentan terkena rambatan energi gempa.

“Bukan Kabupaten Tuban langsung yang berada di atas kerak Lempeng Sunda, melainkan adanya lempeng atau sesar aktif di Laut Jawa di dekat Bawean yang bisa memicu gempa kecil hingga sedang. Ibaratnya, getaran ini dipicu langsung oleh patahan lokal yang aktif di wilayah utara Jawa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Walau pusat gempa tidak berada tepat di bawah Tuban, getaran tetap dapat dirasakan di beberapa lokasi.

Skala guncangan yang dirasakan warga berada pada rentang I hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Nur menerangkan, pada skala I sampai II, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan yang tergantung akan bergoyang.

Pada skala III MMI, getaran terasa lebih jelas.

Getaran tersebut, kata dia, menyerupai efek ketika sebuah truk melintas di depan rumah.

“Berdasarkan data dari 13 kejadian gempa tersebut, rata-rata getaran memang tidak terasa. Namun, pada gempa 9 September 2025 lalu sempat dirasakan warga. Saat itu pusat gempa berada di darat dengan jarak 21 KM barat laut Tuban dengan skala II MMI," tambahnya.

Terkait potensi kerusakan, Nur menyebut risiko tetap ada, bergantung pada kombinasi kekuatan dan kedalaman gempa.

“Jika dangkal dan kekuatan gempanya besar, bisa menimbulkan kerusakan. Tapi tetap berdasarkan kondisi yang dirasakan,” tandasnya. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Gempa Bumi #BMKG #sesar aktif