RADARTUBAN - Bagi sebagian orang, mendaki gunung mungkin seperti kegiatan yang melelahkan dan hanya membuang energi.
Itulah yang ada dalam benak Salsabila Noviyani saat pertama kali mendaki gunung pada 2023 lalu. Namun, siapa sangka, dia justru berbalik jatuh cinta pada dunia hiking dua tahun kemudian.
Meski tergolong pendatang baru yang menekuni kegiatan pendakian pada 2025, daftar puncak yang telah dia taklukkan cukup mengesankan.
Mulai dari Gunung Lawu, Argopuro, Kelud, Penanggungan, Pundak, Bukit Premium, hingga Lorokan.
Sejauh pengalamannya menjajal berbagai trek di setiap gunung, dara asal Tuban ini menyebut jika Gunung Penanggungan menjadi salah satu yang berkesan, meski paling melelahkan.
‘’Penanggungan itu meski ketinggiannya rendah, tapi menurutku jadi yang paling menantang dan membekas. Sudah lewat satu minggu setelah pendakian pun rasa lelah dan sakitnya kaki masih terasa,” ujar Salsabila.
Bagi siswi kelas XII SMAN 2 Tuban ini, gunung bukan sekadar tentang pemandangan indah.
Namun, juga kehangatan yang berbeda dari biasanya.
Solidaritas antarpendaki yang saling menyapa dan membantu, walau tidak saling kenal, menjadi momen yang paling diingatnya selama berada di jalur pendakian.
Namun, hobi ini bukan tanpa risiko.
Remaja 18 tahun ini bercerita pernah beberapa kali berpapasan dengan hewan buas seperti ular.
Membuktikan bahwa alam memiliki risiko tersendiri bagi mereka yang ingin menikmati keindahannya. Bahkan, tidak jarang dia merasa sangat kelelahan saat dalam perjalanan pulang.
‘’Untuk meminimalisir risiko, aku mencoba rutin melakukan latihan fisik seperti joging ataupun gym. Agar fisik terbiasa dengan trek yang curam dan beban yang berat,” ujarnya.
Menurut gadis Scorpio ini, mendaki gunung bukan soal mencari dan menikmati indahnya alam saja. Kesabaran dan kesiapan mental juga akan diuji selama perjalanan menuju puncak.
‘’Tentu aku masih ingin menaklukan berbagai gunung di Indonesia. Selanjutnya aku ingin ke Rinjani karena ingin menikmati pemandangannya yang mengagumkan,’’ tuturnya.
Menurut Salsabila, alam memang menjanjikan keindahan, tapi tidak dengan keselamatan.
Karena itu, jika ingin menikmati puncak gunung, harus benar-benar memiliki persiapan yang matang dan selalu berhati-hati. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama