RADARTUBAN - Penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Tuban resmi beralih dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji (Kemenhaj) sejak Rabu (14/1).
Seiring peralihan itu, Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Tuban tidak lagi menangani proses pemberangkatan calon tamu Allah.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Plt Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Tuban Imam Syafi’i mengatakan, proses transisi telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
Salah satunya mencakup penataan pegawai dan aset. Dari enam pegawai PHU, lima memilih bergabung dengan Kemenhaj. Sementara satu pegawai tetap berada di Kemenag.
“Peralihan pegawai dan aset sudah tuntas. Saat Kemenhaj resmi hadir, pegawai yang memilih tetap di Kemenag langsung ditarik,” ujarnya.
Pegawai PHU yang tetap berada di Kemenag, salah satunya Plt Kasi PHU Imam Bukhori, kini kembali bertugas di Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).
Adapun jabatan kepala Kantor Kemenhaj Tuban hingga kini masih kosong.
“Untuk sementara kepala Kemenhaj Tuban dijabat pelaksana tugas oleh kepala Kemenhaj Lamongan,” jelas Imam.
Dengan peralihan tersebut, seluruh tahapan penyelenggaraan haji kini menjadi kewenangan penuh Kemenhaj.
Tahapan itu meliputi proses setelah pelunasan biaya haji yang berakhir pada 9 Januari, pembuatan visa, hingga teknis pemberangkatan jemaah dari Tuban menuju Asrama Haji Surabaya.
“Sekarang Kemenag sudah tidak lagi terlibat dalam penanganan haji. Semuanya menjadi kewenangan Kemenhaj,” tegasnya.
Imam menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara rinci struktur organisasi Kemenhaj Tuban.
“Sejauh ini yang kami ketahui baru kepala kantornya. Kemungkinan ke depan akan ditata mulai dari kepala seksi hingga struktur lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, total jemaah haji asal Tuban yang telah melunasi biaya haji tercatat sebanyak 1.702 orang.
Rinciannya, 1.181 jemaah melunasi pada tahap pertama dan 521 jemaah pada tahap kedua.
Data jemaah tersebut akan diverifikasi ulang. Terutama untuk mencocokkan kesesuaian KTP, kartu keluarga, dan paspor.
Verifikasi dilakukan guna memastikan tidak ada perbedaan data administrasi kependudukan yang dapat menghambat proses pembuatan visa.
Seluruh visa jemaah ditargetkan terbit sebelum pemberangkatan.
Berdasarkan jadwal awal, kloter pertama gelombang pertama akan diberangkatkan pada 21 April.
Sementara itu, jemaah haji asal Tuban diperkirakan berangkat pada akhir April hingga awal Mei. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama