RADARTUBAN – Wacana pengelolaan Bus Si Mas Ganteng oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga kini belum terealisasi.
Memasuki minggu kedua 2026, Pemkab Tuban masih menanggung penuh operasional layanan transportasi gratis tersebut.
Anggaran operasional Bus Si Mas Ganteng tetap dimasukkan dalam APBD 2026. Dengan demikian, layanan antar-jemput siswa dan masyarakat umum dipastikan masih digratiskan selama satu tahun ke depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Anthon Tri Laksono mengatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan lanjutan terkait kebijakan baru pengelolaan bus sekolah gratis tersebut.
Baca Juga: Bus Si Mas Ganteng Sementara Tetap Melaju Gratis, Pemkab Tuban Tahan Godaan Bisnis Transportasi
“Karena prinsipnya Pemkab ingin tetap memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujar Anthon kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Karena itu, seluruh biaya operasional Bus Si Mas Ganteng masih ditanggung pemerintah daerah. Mulai dari bahan bakar, perawatan armada, hingga gaji para sopir.
“Penumpang tidak perlu membayar,” tegas mantan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Tuban itu.
Menurut Anthon, apabila ke depan pengelolaan bus diserahkan kepada perusahaan atau pihak ketiga, maka layanan otomatis akan dikenakan tarif. Konsekuensinya, masyarakat pengguna harus membayar biaya transportasi.
Ia menegaskan, keberadaan Bus Si Mas Ganteng—baik armada utama maupun feeder—merupakan salah satu upaya Pemkab Tuban membantu masyarakat kurang mampu. Dengan layanan gratis ini, beban pengeluaran orang tua siswa diharapkan bisa berkurang.
“Intinya, pelayanan kepada masyarakat tetap harus maksimal,” imbuhnya.
Disinggung soal besaran anggaran operasional, Anthon mengaku belum mengetahui detail alokasi tahun ini.
Namun, sebagai gambaran, pada tahun sebelumnya Pemkab Tuban menggelontorkan sekitar Rp 8 miliar untuk mengoperasikan 20 unit bus utama dan 20 feeder.
Meski demikian, ia memastikan tidak akan ada perubahan layanan meskipun pemerintah daerah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Karena itu, Anthon meminta masyarakat tidak khawatir terhadap keberlanjutan layanan Bus Si Mas Ganteng. Seluruh armada dipastikan tetap beroperasi seperti biasa.
“Jika nanti ada perubahan kebijakan, pasti akan dibahas dan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky sempat menyampaikan bahwa seiring mulai beroperasinya BUMD, sejumlah lini bisnis baru tengah disiapkan.
Beberapa sektor yang berpotensi dikerjasamakan antara lain pengelolaan pasar dan transportasi, termasuk Bus Si Mas Ganteng yang selama ini melayani antar-jemput siswa dan wisata.
Ke depan, Pemkab Tuban berencana membentuk subbisnis atau anak perusahaan di bawah BUMD pada sektor pasar dan transportasi.
Skema ini dinilai lebih efektif dibandingkan mendirikan BUMD baru yang membutuhkan proses panjang. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama